Khamis, 18 Disember 2025

...MURSYID SEJATI DAN MURSYID PALSU...

 


...MURSYID SEJATI DAN MURSYID PALSU...

Mursyid adalah sosok yang sangat penting bagi seseorang salik yang akan menjalani jalan menuju kepada Allah.
Karena Mursyid akan menjadi penuntun Ruhani bagi seorang salik (murid) dan menjadi penentu keberhasilan menuju ma'rifat jalan kepada Allah.
Berikut penjelasannya:
1. Pengertian Mursyid yang Sebenarnya
Kata "Mursyid" berasal dari bahasa Arab:
اَلْمُرْشِدُ
Artinya: pembimbing, penunjuk jalan, orang yang memberi petunjuk.
Dalam konteks Thoriqat
Mursyid adalah seorang guru rohani yang kamil (sempurna), yang telah mencapai maqam ma’rifatullah, yang telah dapat menundukkan dari hawa nafsu keserakahan dunia , dan memiliki sanad silsilah sampai kepada Rasulullah juga telah mendapatkan (ijazah) dan diberikan izin oleh syekh sebelumnya untuk membimbing murid.
...Syarat Mursyid yang Sah Menurut Ulama Thariqat...
Para ulama thariqat seperti Imam al-Qusyairi, Imam Junaid al-Baghdadi, dan Syekh Ahmad Sirhindi menyebutkan ciri-ciri mursyid yang benar adalah :
1. Berilmu syar’i yang mendalam ,yakni
Menguasai ilmu Al-Qur’an, dan hadist, ilmu fikih, akidah ahlussunnah, sehingga bimbingannya tidak menyimpang dari syariat.
2. Telah menempuh jalan suluk dengan sempurna kepada syekh sebelum nya.
Juga sudah melewati maqamat (tingkatan) tasawuf dan mendapatkan pengalaman spritual dalam zikirnya dan sampai mencapai ma’rifat, fana’, dan baqa’.
3. Memiliki sanad dan ijazah yang jelas
Ada mata rantai guru-murid yang bersambung sampai Rasulullah ﷺ.
4. Berakhlak mulia
Memiliki sifat welas asih yaitu pengasih dan penyayang kepada murid nya,Rendah hati, sabar, jujur, tidak gila harta ,gila hormat, dan mencerminkan akhlak Nabi.
5. Mampu membimbing secara rohani
Bisa mentransfer himmah (semangat spiritual) kepada murid, sehingga murid merasakan kemajuan dalam dzikir dan ibadah.
--- Mursyid Palsu Menurut Ahli Thoriqat ---
Sebaliknya, mursyid palsu adalah orang yang mengaku mampu membimbing jalan rohani, akan tetapi:
- Belum selesai menempuh suluk (masih dikuasai nafsu).
- Tidak memiliki sanad atau ijazah dari guru sebelumnya.
- Mencampur adukkan ajaran Thoriqat dengan ilmu ilmu kebatinan dan mengajarkan amalan tidak sesuai dengan kurikulum yang di ajarkan dalam ilmu Thoriqat dan mengajar tanpa dasar dalil syariat.
- Mengeksploitasi murid untuk kepentingan duniawi (uang, kedudukan, atau nafsu).
- Menyimpang dari akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
- Mengajak murid meninggalkan syariat tidak perlu sholat, dan puasa) dengan alasan sudah mencapai “hakikat”.
---Bahaya Mengikuti Mursyid Palsu---
Para ulama tasawuf memperingatkan bahwa mursyid palsu bisa
- Menyesatkan murid dari jalan Allah.
- Membuat murid menjadi takabbur dan merasa lebih suci daripada orang lain.
- Menyebabkan kerusakan akidah dan amalan.
Syekh Bahauddin Naqsyaband berkata:
"Barangsiapa berguru kepada orang yang bukan mursyid kamil, maka ia tidak akan sampai, bahkan akan binasa di tengah jalan."
3. Cara Mengenali Mursyid Palsu
Menurut ahli Thariqat, beberapa tanda yang harus diwaspadai:
Mursyid palsu akan mengaku mendapat ilham langsung dari Nabi, tapi tanpa bukti sanad.
Tidak mau diuji ilmunya dengan dalil syar’i.
Meminta keta'atan buta kepada murid tanpa memberi pemahaman ilmu.
Berani menghalalkan yang haram atau meremehkan syariat.
Gila popularitas dan pujian, dan mudah marah jika dikritik.
Memanfa'atkan murid dengan jalan meminta harta berlebihan sebagai syarat bimbingan demi memenuhi nafsu serakah.
Singkatnya:
Mursyid sejati = guru rohani yang alim, kamil, silsilah nya bersanad, mempunyai izazah dari guru sebelum nya ,berakhlak seperti Nabi, dan membimbing murid menuju Allah.
Mursyid palsu = orang yang mengaku mursyid tanpa ilmu, tanpa sanad, dan hanya mengejar dunia atau menyesatkan murid dari jalan syariat.
1. Dalil dari Al-Qur’an
a) Kewajiban Mencari Guru/Penunjuk Jalan
Allah ﷻ berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya:
"Maka bertanyalah kepada ahlul dzikir (ahli ilmu) jika kamu tidak mengetahui."
(QS. An-Nahl ayat 43)
🔑 Makna ayat ini Allah benar benar menekankan bahwa seorang Murid yang ingin mengenal Allah harus bertanya dan belajar kepada ahlinya yaitu para ulama dan mursyid yang kamil.
b) Tentang Pentingnya Mengikuti Jalan Orang yang Mendapat Petunjuk
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ
Artinya:
"Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku."
(QS. Luqman ayat : 15)
🔑 Makna: Jalan menuju Allah harus mengikuti bimbingan orang yang sudah sampai (wushul), yaitu para mursyid yang sah.
2. Dalil dari Hadits
a) Tentang Perlunya Guru/Pembimbing
Rasulullah ﷺ bersabda:
> العُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأنْبِيَاءِ
Artinya:
"Ulama itu pewaris para nabi."
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
🔑 Makna: Para mursyid sejati termasuk pewaris nabi, karena mereka membimbing umat kepada Allah dengan ilmu dan akhlak nabi.
..... Larangan Mengikuti Pemimpin Sesat....
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ
Artinya:
"Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan."
(HR. Abu Dawud, Ahmad)
🔑 Makna: “Pemimpin yang menyesatkan” termasuk guru rohani yang menipu murid, karena akibatnya lebih berbahaya bagi agama murid.
3. Keterangan Para Ulama Thariqat
Imam al-Qusyairi (w. 465 H) dalam Risalah al-Qusyairiyyah:
"Seorang murid wajib mencari syaikh (mursyid) yang kamil, berilmu, berakhlak, dan memiliki bashirah (mata hati yang tajam). Jika tidak, maka murid itu akan tertipu oleh nafsunya sendiri."
Syekh Abdul Qadir al-Jilani (w. 561 H):
"Janganlah engkau mengambil guru kecuali yang telah sempurna suluknya, dikenal amanahnya, kuat syariatnya. Jika tidak, ia akan merusakmu sebelum memperbaiki."
Syekh Ahmad Sirhindi (Mujaddid Alf Tsani) berkata:
"Barangsiapa berguru kepada orang yang bukan mursyid kamil, maka ia seperti orang yang masuk sumur buta bersama orang buta.
4. Kriteria Mursyid Palsu Menurut Ulama
Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin memberi peringatan:
"Hati-hatilah dengan guru yang hanya mencari dunia, suka dipuji, dan tidak menjaga syariat. Mereka itu perusak jalan Allah."
5. Kesimpulan Dalil
Al-Qur’an memerintahkan mencari ahlul dzikir (guru sejati).
Hadits menegaskan ulama/mursyid adalah pewaris nabi, dan melarang mengikuti pemimpin sesat.
Semoga penjelasan ini dapat menjadi pegangan bagi seseorang yang benar benar ingin berjalan menuju kepada Allah dalam penyucian bathin hingga mencapai Maqom ma'rifat kepada Allah.

Sumber dari Ezil QozilAlam Spiritual Nusantara (A$N)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL

  PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL Penyakit batin merupakan faktor paling berbahaya dalam kehidupan spiritual seorang hamba karena ...