ADAB SEORANG SALIK KEPADA ALLAH DAN RASULNYA
Kunci Terbukanya (Futuh dan Ma'rifatullah)
Pendahuluan :
Perjalanan menuju Allah bukan sekadar perjalanan ilmu, tetapi perjalanan bagi Ruh.
Banyak orang memiliki ilmu yang luas, hafal berbagai kitab, dan rajin beribadah, namun tidak memperoleh futuh (pembukaan ruhani) karena kurangnya adab kepada Allah.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa adab merupakan pintu pertama yang harus dimasuki oleh seorang salik sebelum melangkah ke maqam-maqam ruhani yang lebih tinggi. Sebagaimana seseorang tidak dapat memasuki sebuah rumah kecuali melalui pintunya, demikian pula seorang salik tidak akan sampai kepada Ma'rifatullah kecuali melalui pintu adab.
Allah Ta'ala berfirman dalam Al Qur'an:
وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا
Artinya:
"Masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya." (QS. Al-Baqarah ayat : 189)
Para ulama tasawuf memaknai ayat ini sebagai isyarat bahwa setiap tujuan memiliki jalan dan adabnya. Barang siapa mencari Allah tanpa adab, maka ia akan tersesat dalam perjalanan.
...BAB I...
Adab (الأدب) berasal dari bahasa Arab, yaitu kata أَدَبَ – يَأْدُبُ – أَدَبًا (adaba–ya'dubu–adaban) yang berarti:
- Kesopanan
- Tata krama
- Akhlak yang baik
- Menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya.
Dalam istilah Islam, adab adalah sikap dan perilaku yang mencerminkan penghormatan, ketaatan, dan kesantunan terhadap Allah, Rasul-Nya, sesama manusia, dan seluruh makhluk sesuai tuntunan syariat.
Para ulama tasawuf sering mendefinisikan:
الأدب هو الوقوف مع المستحسنات
Artinya: Adab adalah senantiasa berdiri (berperilaku) pada segala sesuatu yang baik dan terpuji."
Dan ada pula ungkapan:
التصوف كله أدب
"Tasawuf seluruhnya adalah adab."
Karena seorang salik tidak akan sampai kepada ma'rifatullah tanpa adab yang benar.
...BAB II...
Secara umum adab kepada Allah sangat banyak, namun pokok-pokoknya dapat diringkas menjadi 10 adab utama:
1. Beriman dengan Benar kepada Allah
Meyakini keesaan-Nya tanpa syirik.
Dalilnya dalam Al Qur'an
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun." (QS. An-Nisa ayat : 36)
2. Ikhlas Dalam Beribadah
Dalil:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
Artinya:
Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus..." (QS. Al-Bayyinah ayat : 5)
3. Taat Kepada Perintah Allah
Dalil:
أَطِيعُوا اللَّهَ
"Taatilah Allah."
(QS. An-Nur ayat : 54)
4. Menjauhi Larangan Allah
Dalil:
وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Artinya : Apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr ayat : 7)
5. Takut dan Berharap Kepada Allah
Dalil:
يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
Artinya :
"Mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan penuh harap."
(QS. As-Sajdah ayat : 16)
6. Bersyukur Atas Nikmat Allah
Dalil:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya: jika engkau bersyukur maka akan kutambahi nikmat ku.
(QS. Ibrahim ayat : 7)
7. Sabar Atas Takdir Allah
Dalil:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah ayat : 153)
8. Tawakal Kepada Allah
Dalil:
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا
Artinya: "Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakal."
( QS. Al-Ma'idah ayat : 23)
9. Ridha Terhadap Ketentuan Allah
Dalil:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
Artinya: "Allah ridha kepada mereka, dan mereka pun ridha kepada-Nya." (QS. Al-Ma'idah ayat:119)
10. Selalu Mengingat Allah
Dalil:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
Artinya: ingatlah kepada Allah niscaya Allah akan mengingat mu. (QS. Al-Baqarah ayat : 152)
...BAB III...
Allah memerintahkan kaum mukmin untuk memuliakan Rasulullah ﷺ.
1. Beriman Kepada Rasulullah ﷺ
Dalil:
فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ
Artinya:
"Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya." ( QS. Al-A'raf ayat : 158)
2. Mencintai Rasulullah ﷺ
Hadis:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
artinya: "Tidak sempurna iman seseorang hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia."
(HR. Bukhari dan Muslim)
3. Mentaati Rasulullah ﷺ
Dalil:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
Artinya:
"Barangsiapa menaati Rasul, maka sungguh ia telah menaati Allah." (QS. An-Nisa' ayat 80)
4. Mengikuti Sunnahnya
Dalil:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya: sungguh telah ada contoh suri tauladan dari Rasulullah yang baik bagimu.
(QS. Al-Ahzab ayat : 21)
5. Bershalawat Kepadanya
Dalil:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ
Artinya: sesungguhnya Allah dan para malaikat Bersholawat kepada nabi
(QS. Al-Ahzab ayat : 56)
6. Menghormati dan Memuliakannya
Dalil:
لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ
"Artinya: Agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, menolong-Nya, memuliakan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
(QS. Al-Fath ayat : 9)
7. Tidak Mendahului Perintah Rasul
Dalil:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Hujurat ayat : 1)
Para ulama berkata:
مَنْ لَا أَدَبَ لَهُ لَا سَيْرَ لَهُ
Artinya:
"Barangsiapa tidak memiliki adab, maka tidak ada perjalanan ruhani baginya."
Karena itu, sebelum mencapai maqam dzikir, muraqabah, musyahadah, dan ma'rifat, seorang salik wajib terlebih dahulu menghiasi dirinya dengan adab kepada Allah dan Rasulullah ﷺ.
...BAB IV...
1. Menjaga Kesucian
Seorang salik hendaknya senantiasa menjaga wudhu dan kebersihan lahir.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya :
"Kesucian adalah setengah dari iman."
(HR. Muslim)
Kesucian lahir merupakan cermin dari keinginan membersihkan batin.
2. Menjaga Sholat Tepat Waktu
Sholat adalah tiang perjalanan ruhani.
Allah berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya:
"Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-'Ankabut ayat : 45)
3. Menjaga Lisan
Lisan yang tidak dijaga akan menggelapkan hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Tawadhu'
Semakin tinggi maqam seseorang, semakin rendah hatinya.
Allah berfirman:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
Artinya: "Hamba-hamba Ar-Rahman adalah mereka yang berjalan di bumi dengan rendah hati." (QS. Al-Furqan ayat : 63)
....BAB V...
1. Ikhlas
Segala amal hanya ditujukan kepada Allah.
Allah berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Artinya:
"Mereka tidak diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas."
(QS. Al-Bayyinah ayat : 5)
2. Merasa Fakir di Hadapan Allah
Seorang salik harus menyadari bahwa dirinya tidak memiliki daya dan kekuatan.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ
Artinya:
"Wahai manusia, kalian adalah orang-orang yang membutuhkan Allah." (QS. Fathir ayat : 15)
3. Husnuzhon ( Berbaik sangka) Kepada Allah.
Tidak berputus asa dari rahmat Allah.
Allah berfirman:
إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Artinya: Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir."
(QS. Yusuf ayat : 87)
4. Muraqabah
Merasa selalu berada dalam pengawasan Allah.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Artinya:
"Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian." (QS. An-Nisa' Ayat : 1)
Muraqabah merupakan pintu menuju ihsan.
5. Ridho Terhadap Ketentuan Allah
Salik menerima seluruh takdir Allah dengan lapang dada.
Allah berfirman:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
Artinya: Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya." (QS. Al-Ma'idah ayat : 119)
...BAB VI...
Apabila adab telah sempurna, Allah akan membuka pintu-pintu futuh kepada seorang salik.
Buah adab antara lain:
- Hati menjadi lembut.
- Terbuka hijab
- Dzikir terasa hidup.
- Doa lebih mudah dikabulkan.
- Hati mudah khusyuk.
- Cahaya iman bertambah.
- Mendapat taufik untuk istiqamah.
- Dibukakan pemahaman terhadap hakikat-hakikat agama.
- Mendapatkan ilmu laduni.
Para ulama mengatakan:
من تأدب وصل
Artinya:
"Barang siapa beradab, ia akan sampai."
Adab merupakan pintu pertama menuju Allah dan kunci utama terbukanya futuh ruhani. Seorang salik yang menghiasi dirinya dengan adab lahir dan batin akan lebih mudah menerima cahaya hidayah dan limpahan rahmat Allah.
Karena itu, sebelum mencari karamah, carilah adab. Sebelum mencari kasyaf, carilah adab. Sebelum mencari maqam-maqam yang tinggi, sempurnakanlah adab di hadapan Allah.
Sesungguhnya adab adalah awal perjalanan, teman dalam perjalanan, dan perhiasan bagi orang yang telah sampai kepada Allah.
Sumber dari Haris Haris



