Khamis, 5 Februari 2026

PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL

 


PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL

Penyakit batin merupakan faktor paling berbahaya dalam kehidupan spiritual seorang hamba karena ia bekerja secara tersembunyi, halus, dan sering tidak disadari. Amal yang tampak shalih secara lahir dapat gugur nilainya bahkan berubah menjadi sebab kebinasaan apabila tercemar oleh penyakit hati. Makalah ini menguraikan jenis-jenis penyakit batin utama yang merusak amal, disertai dalil Al-Qur’an dan Hadis serta pandangan para ulama tasawuf mengenai bahaya dan metode penyuciannya.
๐Ÿ“ŒPENDAHULUAN
Islam menempatkan hati (qalb) sebagai pusat penilaian amal. Baik dan buruknya perbuatan lahir sangat bergantung pada keadaan batin.
Dalil Hadis :
ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ๏ทบ ู‚َุงู„َ:
ุฃَู„َุง ูˆَุฅِู†َّ ูِูŠ ุงู„ْุฌَุณَุฏِ ู…ُุถْุบَุฉً، ุฅِุฐَุง ุตَู„َุญَุชْ ุตَู„َุญَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ،
ูˆَุฅِุฐَุง ูَุณَุฏَุชْ ูَุณَุฏَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ، ุฃَู„َุง ูˆَู‡ِูŠَ ุงู„ْู‚َู„ْุจُ
Artinya:
“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
๐Ÿ’ŽPENGERTIAN PENYAKIT BATIN
Penyakit batin adalah sifat tercela yang merusak keikhlasan dan memalingkan hati dari Allah, meskipun amal lahir tampak benar.
Menurut Imam Al-Ghazali:
“Penyakit hati lebih berbahaya daripada dosa lahir, karena dosa disadari, sedangkan penyakit hati sering disukai.”
๐Ÿ’ŽMACAM-MACAM PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL
๐Ÿ“Œ1. RIYA’ (ุฑِูŠَุงุก)
RIYA adalah : Beramal bukan karena Allah, tapi untuk dilihat dan mengharap dipuji manusia.
Dalil Al-Qur’an
ูˆَู…َุง ุฃُู…ِุฑُูˆุง ุฅِู„َّุง ู„ِูŠَุนْุจُุฏُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ู…ُุฎْู„ِุตِูŠู†َ ู„َู‡ُ ุงู„ุฏِّูŠู†َ
Artinya:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Al-Bayyinah ayat : 5)
Dalil dari Hadis nabi :
ุฅِู†َّ ุฃَุฎْูˆَูَ ู…َุง ุฃَุฎَุงูُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ุดِّุฑْูƒَ ุงู„ْุฃَุตْุบَุฑُ
ู‚َุงู„ُูˆุง: ูˆَู…َุง ุงู„ุดِّุฑْูƒُ ุงู„ْุฃَุตْุบَุฑُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ؟
ู‚َุงู„َ: ุงู„ุฑِّูŠَุงุกُ
Artinya:
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya: “Apa itu wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Riya’.”
(HR. Ahmad)
Menurut Sahl bin Abdullah At-Tustari:
“Riya’ adalah hijab halus yang membatalkan amal tanpa terasa.”
๐Ÿ“Œ2. ‘UJUB (ุนُุฌْุจ)
UJUB adalah : Merasa Kagum dan bangga terhadap amal sendiri.
Dalil Al-Qur’an
ูَู„َุง ุชُุฒَูƒُّูˆุง ุฃَู†ูُุณَูƒُู…ْ ۖ ู‡ُูˆَ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِู…َู†ِ ุงุชَّู‚َู‰
Artinya:
“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.”(QS. An-Najm ayat : 32)
Imam Junaid Al-Baghdadi berkata:
“Ujub lebih berbahaya daripada dosa, karena dosa melahirkan taubat, sedangkan ujub melahirkan kehancuran.”
๐Ÿ“Œ3. TAKABBUR (ูƒِุจْุฑ)
TAKABBUR adalah : Merasa diri lebih tinggi dan lebih hebat dari orang lain.
Dalil Al-Qur’an :
ุฅِู†َّูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّุงุบِุฑِูŠู†َ
Artinya:
“Sesungguhnya engkau (Iblis) termasuk makhluk yang hina.”(QS. Al-A‘raf ayat : 13)
Dalil Hadis nabi :
ู„َุง ูŠَุฏْุฎُู„ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูِูŠ ู‚َู„ْุจِู‡ِ ู…ِุซْู‚َุงู„ُ ุฐَุฑَّุฉٍ ู…ِู†ْ ูƒِุจْุฑٍ
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)
Abu Yazid Al-Bustami berkata:
“Selama engkau masih melihat dirimu lebih baik dari makhluk, berarti engkau belum mengenal Allah.”
๐Ÿ“Œ4. HASAD (ุญَุณَุฏ)
HASAD adalah : salah satu sifat buruk yaitu iri dan dengki terhadap nikmat orang lain, selalu merasa iri dengan keadaan orang lain.
Dalil Al-Qur’an
ูˆَู…ِู† ุดَุฑِّ ุญَุงุณِุฏٍ ุฅِุฐَุง ุญَุณَุฏَ
Artinya:
“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq ayat : 5)
Dalil Hadis nabi :
ุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูˆَุงู„ْุญَุณَุฏَ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ْุญَุณَุฏَ ูŠَุฃْูƒُู„ُ ุงู„ْุญَุณَู†َุงุชِ ูƒَู…َุง ุชَุฃْูƒُู„ُ ุงู„ู†َّุงุฑُ ุงู„ْุญَุทَุจَ
Artinya:
“Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
๐Ÿ“Œ5. GHURUR RUHANI (MERASA SUDAH SAMPAI)
GHURUR adalah Penyakit paling halus dan paling berbahaya, yaitu dia telah tertipu oleh penilaian dirinya sendiri.
Dalil Al-Qur’an
ุฃَูَุฃَู…ِู†ُูˆุง ู…َูƒْุฑَ ุงู„ู„َّู‡ِ ۚ ูَู„َุง ูŠَุฃْู…َู†ُ ู…َูƒْุฑَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู„َّุง ุงู„ْู‚َูˆْู…ُ ุงู„ْุฎَุงุณِุฑُูˆู†َ
Artinya:
“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.”( QS. Al-A‘raf ayat : 99)
Ucapan Para Arif
“Ketika engkau merasa telah sampai, itulah tanda engkau tertutup.”
๐Ÿ“Œ6. PANJANG ANGANG ANGAN (ุทُูˆู„ُ ุงู„ْุฃَู…َู„ِ)
Merasa masih panjang umur dan masih banyak waktu hidup di dunia ini.
Makna:
Hati tertipu oleh harapan dunia, sehingga menunda Nunda untuk taubat dan amal ikhlas, dan terus sibuk mengejar dunia.
Dalil Al-Qur’an :
ุฐَุฑْู‡ُู…ْ ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆุง ูˆَูŠَุชَู…َุชَّุนُูˆุง ูˆَูŠُู„ْู‡ِู‡ِู…ُ ุงู„ْุฃَู…َู„ُ ۖ ูَุณَูˆْูَ ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ
Artinya: "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilupakan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)." (QS. Al-Hijr: 3)
Pandangan Al-Ghazali:
“Panjang angan-angan adalah akar kelalaian dan anak kandung cinta dunia.”
๐Ÿ“Œ7. CINTA KEDUDUKAN DAN POPULARITAS (ุญُุจُّ ุงู„ْุฌَุงู‡ِ)
penyakit bathin ini merasa selalu Ingin dihormati, agar ditaati, dan selalu ingin dipuji
Makna:
Lebih berbahaya dari cinta harta, karena sering tersembunyi dalam dakwah dan ilmu.
Hadis nabi :
ู…َุง ุฐِุฆْุจَุงู†ِ ุฌَุงุฆِุนَุงู†ِ ุฃُุฑْุณِู„َุง ูِูŠ ุบَู†َู…ٍ ุจِุฃَูْุณَุฏَ ู„َู‡َุง ู…ِู†ْ ุญُุจِّ ุงู„ْู…َุงู„ِ ูˆَุงู„ุดَّุฑَูِ ู„ِุฏِูŠู†ِ ุงู„ْู…َุฑْุกِ
Artinya: "Tidaklah dua ekor serigala yang lapar yang dilepaskan di tengah-tengah kambing, lebih merusak daripada kecintaan terhadap harta dan kemuliaan terhadap agama seseorang." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa cinta harta dan kemuliaan dapat lebih merusak agama seseorang daripada dua serigala lapar yang dilepaskan di tengah-tengah kambing.
(HR. Tirmidzi)
Komentar Al-Ghazali:
“Cinta kedudukan adalah pintu riya’, ujub, dan kebinasaan para penyeru agama.”
๐Ÿ“Œ8. MEREMEHKAN DOSA KECIL
(ุงِุณْุชِู‡َุงู†َุฉُ ุจِุงู„ุฐُّู†ُูˆุจِ)
Makna: Menganggap remeh atas perbuatan dosa kecil , dia menganggap dosa kecil tidak berbahaya, padahal jika ia jika menumpuk maka akan mengeraskan hati.
Dalil Hadis nabi
ุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูˆَู…ُุญَู‚َّุฑَุงุชِ ุงู„ุฐُّู†ُูˆุจِ
Artinya: "Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil." (HR. Ahmad dan Tabarani)
Lanjutan hadisnya adalah:
ูَุฅِู†َّู‡ُู…َุง ูŠَุฌْุชَู…ِุนْู†َ ุญَุชَّู‰ ูŠُู‡ْู„ِูƒْู†َ
Artinya: "Karena dosa-dosa kecil itu akan berkumpul (bertambah) hingga membinasakan (pelagunya)." (HR. Ahmad)
Pandangan Tasawuf:
“Gunung dosa terbentuk dari kerikil yang diremehkan.”
๐Ÿ“Œ9. SUKA MENGHAKIMI ORANG LAIN
(ุงِุญْุชِู‚َุงุฑُ ุงู„ู†َّุงุณِ)
Makna:
Selalu Melihat keburukan orang lain dan menghakimi orang lain, sehingga lupa aib diri sendiri.
Dalilnya :
ูَู„َุง ุชُุฒَูƒُّูˆุง ุฃَู†ูُุณَูƒُู…ْ
Artinya: "Janganlah kamu menganggap dirimu suci." (HR. Muslim)
Lanjutan ayatnya adalah:
ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِู…َู†ِ ุงุชَّู‚َู‰ٰ
Artinya: "Allah lebih mengetahui siapa yang bertakwa (QS. An-Najm: 32)
Kata Imam Al-Ghazali:
“Siapa yang sibuk dengan aib orang lain, berarti Allah menutup matanya dari aib dirinya.”
๐Ÿ“Œ10. MERASA AMAN DARI AZAB ALLAH
(ุงู„ْุฃَู…ْู†ُ ู…ِู†ْ ู…َูƒْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ)
Maknanya : Ia Merasa ibadah sudah cukup banyak sehingga merasa dirinya sudah mendapatkan jaminan keselamatan dari Allah.
Dalilnya :
ุฃَูَุฃَู…ِู†ُูˆุง ู…َูƒْุฑَ ุงู„ู„َّู‡ِ
Artinya: "Apakah mereka merasa aman dari azab Allah?" (QS. Al-A'raf: 99)
Lanjutan ayatnya adalah:
ูَู„َุง ูŠَุฃْู…َู†ُ ู…َูƒْุฑَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู„َّุง ุงู„ْู‚َูˆْู…ُ ุงู„ْุฎَุงุณِุฑُูˆู†َ
Artinya: "Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi."
Pandangan Al-Ghazali:
“Rasa aman adalah racun bagi orang shalih.”
๐Ÿ“Œ11. PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH (ุงู„ْู‚ُู†ُูˆุทُ)
Maknany : Merasa dosa terlalu besar untuk diampuni sehingga dia putus asa dari Rahmat Allah.
Dalil
ู„َุง ุชَู‚ْู†َุทُูˆุง ู…ِู† ุฑَّุญْู…َุฉِ ุงู„ู„َّู‡ِ
Artinya: "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Al-Zumar: 53)
Lanjutan ayatnya adalah:
ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุบْูِุฑُ ุงู„ุฐُّู†ُูˆุจَ ุฌَู…ِูŠุนًุง ۚ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ
Artinya: "Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar: 53)
Keseimbangan Tasawuf:
Takut tanpa harap = adalah putus asa
Harap tanpa takut = adalah tertipu
๐Ÿ“Œ12. HIJAB AMAL DAN HIJAB ILMU (penyakit tingkat tinggi)
❌Hijab Amal: Merasa dekat dengan Allah karena banyaknya ibadah.
❌Hijab Ilmu: Merasa diri mulia , karena memahami agama.
Ucapan Al-Ghazali:
“Berapa banyak orang berilmu yang terhalang oleh ilmunya, dan berapa banyak ahli ibadah yang terhalang oleh amalnya.”
๐Ÿ’ŽCARA PENYEMBUHAN PENYAKIT BATIN
Dalil Al-Qur’an :
QS. Asy-Syams: 9–10
ู‚َุฏْ ุฃَูْู„َุญَ ู…َู† ุฒَูƒَّุงู‡َุง ۝ ูˆَู‚َุฏْ ุฎَุงุจَ ู…َู† ุฏَุณَّุงู‡َุง
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
Metode penyembuhan penyakit hati menurut ahli Tasawuf :
✅Muhasabah
✅Mujahadah
✅Dzikir terus-menerus
✅Suhbah dengan guru mursyid
✅Merendahkan diri di hadapan Allah
๐ŸŒนPESAN HIKMAH....
Penyakit batin adalah perusak amal paling berbahaya. Ia tidak merusak bentuk ibadah, tetapi menggugurkan nilainya di sisi Allah.
Oleh sebab itu, tasawuf bukan pelengkap, melainkan penjaga keikhlasan amal.
Syariat tanpa tazkiyah akan melahirkan kesombongan,
Tasawuf tanpa syariat melahirkan kesesatan.
Sumber dari Syekh Haris Al Jawi

MAQOMAT ( TINGKATAN TINGKATAN YANG HARUS DILALUI BAGI SEORANG SALIK.

 

MAQOMAT ( TINGKATAN TINGKATAN YANG HARUS DILALUI BAGI SEORANG SALIK.
Berikut saya susunkan penjelasan tentang Maqฤmฤt (ุงู„ู…ู‚ุงู…ุงุช) — tahapan ruhani yang harus dilalui oleh seorang sฤlik dalam perjalanan menuju Allah , disertai dalil Al-Qur’an dan Hadis yang menjadi landasan syar‘i-nya.
Penjelasan ini saya susun bertahap, sistematis, dan aman dalam syariat, agar bisa diamalkan dengan bimbingan yang benar.
๐Ÿ’Ž Pengertian Maqฤmฤt
Maqฤmฤt adalah kedudukan ruhani yang dicapai seorang sฤlik dengan usaha (mujฤhadah) dan latihan (riyฤแธah), bukan pemberian spontan.
Berbeda dengan Aแธฅwฤl (ุงู„ุฃุญูˆุงู„) yang bersifat anugerah.
maqฤmat harus ditempuh dengan riyadoh dan Mujahadah dan istiqamah.
(Urutan ini adalah yang paling masyhur dalam literatur tasawuf ( Ahlus Sunnah) adalah :
๐Ÿ“Œ1. At-Taubah (ุงู„ุชูˆุจุฉ)
At-Taubah (ุงู„ุชูˆุจุฉ) adalah Maqฤm Awal bagi seorang salik , Taubat dari segala dosa besar dan kecil yaitu kembali sepenuh hati kepada Allah, lahir dan batin.
Dalil Al-Qur’an :
ูˆَุชُูˆุจُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ
Artinya:
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nลซr ayat 31)
Dalil Hadis
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุชُูˆุจُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุฅِู†ِّูŠ ุฃَุชُูˆุจُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ูِูŠ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ู…ِุงุฆَุฉَ ู…َุฑَّุฉٍ
Artinya:
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali sehari.” (HR. Muslim)
Tanpa dimulai dengan taubat, maka tidak akan tercapai perjalan nya.
๐Ÿ‘‰Target taubat adalah : untuk membersihkan segala dosa , baik dosa lahir maupun dosa batin.
Caranya:
- Merenung perbuatan daftar dosa pribadi (rahasia).
- Perbanyak membaca istighfar dengan benar benar mohon ampunan pada Allah, bukan hanya sekedar dlisan.saja.
Latihan harian :
- Setelah berwudhuk maka lanjutkan dengan sholat whuduk dan sholat taubat
- Membaca Istighfar sedikit nya 100 kali
๐Ÿ‘ Tanda lulus:
- Ada rasa malu dan berdosa serta menyesal atas segala kesalahan pada masa lalu
- Malu untuk berbuat dosa lagi.
- Selalu Menjaga hati dari berbuat dosa sekecil apapun.
๐Ÿ“Œ 2. Al-Wara‘ (ุงู„ูˆุฑุน)
Al-Wara‘ (ุงู„ูˆุฑุน) adalah Menjaga Diri dari segala sesuatu yang Syubhat, Maknanya Menjauhi dan tinggalkan sesuatu yang haram dan segala yang meragukan.
Dalil Hadis :
ูَู…َู†ِ ุงุชَّู‚َู‰ ุงู„ุดُّุจُู‡َุงุชِ ูَู‚َุฏِ ุงุณْุชَุจْุฑَุฃَ ู„ِุฏِูŠู†ِู‡ِ ูˆَุนِุฑْุถِู‡ِ
Artinya:
“Barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Wara‘ adalah membersihkan jalan hati.
WARA’
๐Ÿ‘‰Target nya : untuk melatih hati agar menjadi sensitif terhadap melakukan kesalahan-kesalahan dan dosa.
Caranya latihan:
- Hindari berbuat ghibah.
- Hindari berdebat.
- Melihat tontonan yang kotor
- Hindari makan yang subahat
- Melakukan Puasa sunnah Senin Kamis.
- Merenung dan muhasabah 30 menit setiap hari.
๐Ÿ‘Tanda lulus:
- Akan Mudah merasa bersalah
- Cepat minta ma'af apabila bersalah.
- Benci dengan pembuatan yang tidak berguna.
๐Ÿ“Œ 3. Az-Zuhd (ุงู„ุฒู‡ุฏ)
Az-Zuhd (ุงู„ุฒู‡ุฏ) adalah Melepaskan diri dari Ketergantungan Dunia ini.
Maknanya : Bukan meninggalkan dunia, tetapi mengeluarkan dunia dari hati.
Dalil Al-Qur’an :
ูˆَู…َุง ุงู„ْุญَูŠَุงุฉُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„َّุง ู…َุชَุงุนُ ุงู„ْุบُุฑُูˆุฑِ
Artinya:
“Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS. ฤ€li ‘Imrฤn : ayat 185)
Dan Dalil Hadis :
ุงุฒْู‡َุฏْ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูŠُุญِุจَّูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ
Artinya:
“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu.”
(HR. Ibnu Mฤjah)
๐Ÿ‘‰Target : Mengeluarkan dunia dari hati.
Latihan nya :
- Berusaha jangan terlalu sibuk mencari dan mengumpulkan harta.
- Melatih aagar hati tidak terpengaruh dan merasa ikhlas takkala kehilangan.
- Melazimi Sedekah rutin setiap hari meskipun kecil jumlahnya.
- Mengubah cara Hidup agar lebih sederhana.
๐Ÿ‘ Tanda lulus:
- Tidak merasa iri dengan kekayaan orang.
- Tidak merasa minder walau hidup kekurangan harta.
- Merasa cukup dengan apa yang diberi Allah
๐Ÿ“Œ 4. Al-Faqr (ุงู„ูู‚ุฑ)
Al-Faqr (ุงู„ูู‚ุฑ) adalah Merasa Butuh Total kepada Allah.
Maknanya : Tanamkan Kesadaran dalam diri bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.
Dalil Al-Qur’an :
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุฃَู†ุชُู…ُ ุงู„ْูُู‚َุฑَุงุกُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ
Artinya:
“Wahai manusia, kalian semua fakir (butuh) kepada Allah.” (QS. Fฤแนญir ayat : 15)
Faqr adalah kaya dengan Allah, bukan miskin dunia.
,๐Ÿ‘‰Target: untuk meruntuhkan ego spiritual dalam diri.
Latihan nya :
- Menanamkan rasa di dalam hati jangan merasa “lebih suci daripada orang lain.
- Berusaha Melayani dan membantu orang lain takkala melihat orang lain dalam kesusahan tanpa di minta
- Meringankan tangan gotong royong untuk Membersihkan masjid dan rumah ibadah.
๐Ÿ‘Tanda lulus:
- Suka merendahkan diri ( Tawadhuk )
- Muncul niat ikhlas dalam segala perbuatan.
- Tidak mengharap pujian dari manusia
๐Ÿ“Œ 5. Ash-Shabr (ุงู„ุตุจุฑ)
Ash-Shabr (ุงู„ุตุจุฑ) adalah tetap Konsistensi dalam Ketaatan kepada Allah.
Maknanya : Bertahan dalam taat, menjauhi maksiat, dan menerima segala takdir.
Dalil Al-Qur’an :
ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah ayat : 153)
๐Ÿ‘‰ Target: untuk membuang segala amarah
Latihan nya :
- belajar ikhlas menerima takdir
- Memperbanyak zikir
- Menahan emosi dalam situasi apapun.
๐Ÿ‘Tanda lulus:
- Tidak menyalahkan siapapun
- Tidak menyalahkan takdir
- Ikhlas menerima segala cobaan.
6. At-Tawakkal (ุงู„ุชูˆูƒู„)
At-Tawakkal (ุงู„ุชูˆูƒู„) adalah Menyerahkan Urusan hanya kepada Allah.
Maknanya : Usahakan segala upaya dengan maksimal, namun hati pasrah total kepada Allah.
Dalil Al-Qur’an :
ูˆَู…َู† ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ
Artinya:
“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.”
(QS. Ath-Thalฤq ayat : 3)
๐Ÿ‘‰Target: menghilangkan segala kecemasan
Kiat bimbingan:
Ajari usaha + pasrah
Jangan biarkan murid menggantung hasil
Latihan:
Shalat Dhuha
Dzikir:
ุญَุณْุจِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„ٰู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ
๐Ÿ‘Tanda lulus:
Tenang dalam krisis
Tidak panik memikirkan masa depan.
๐Ÿ“Œ 7. Ar-Riแธฤ (ุงู„ุฑุถุง)
Ar-Riแธฤ (ุงู„ุฑุถุง) adalah Menerima segala Ketentuan takdir dari Allah dengan Lapang dada.
๐Ÿ‘‰Latihan nya : Berusaha menjaga Hati tetap tenang terhadap semua keputusan yang di tetapkan Allah.
๐Ÿ‘ Tanda lulus : Tidak membedakan antara nikmat dan cobaan , karena telah mengetahui keduanya itu datang daripada Allah.
Dalil Al-Qur’an :
ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุฑَุถُูˆุง ุนَู†ْู‡ُ
Artinya:
“Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.”( QS. Al-Bayyinah ayat : ๐Ÿ˜Ž
๐Ÿ“Œ 8. Al-Maแธฅabbah (ุงู„ู…ุญุจุฉ)
Mahabbah (ุงู„ู…ุญุจّุฉ) adalah cinta yang mendalam kepada Allah, cinta yang memenuhi hati hingga Allah lebih dicintai daripada diri sendiri, dunia, dan seluruh makhluk.
Dalam tasawuf, mahabbah adalah maqฤm (tingkatan spiritual) yang sudah tinggi, setelah taubat, zuhud, sabar, dan tawakkal.
Mahabbah bukan sekadar perasaan, tetapi keadaan batin (แธฅฤl) yang melahirkan:
- ketaatan tanpa paksaan,
- ibadah tanpa beban,
- rindu tanpa pamrih.
Dalil Al-Qur’an :
ูŠُุญِุจُّู‡ُู…ْ ูˆَูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُ
“Allah mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya.”
(QS. Al-Mฤ’idah ayat : 54)
Dalil Hadis Qudsi
ูˆَู„َุง ูŠَุฒَุงู„ُ ุนَุจْุฏِูŠ ูŠَุชَู‚َุฑَّุจُ ุฅِู„َูŠَّ ุจِุงู„ู†َّูˆَุงูِู„ِ ุญَุชَّู‰ ุฃُุญِุจَّู‡ُ
Artinya:
“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
Latihan:
- Menjaga sholat dengan khusyuk
-;Meniru adab Rasul dalam ibadah dan akhlak
- Memperbanyak shalawat sebagai pengikat mahabbah
❤️ Cinta Allah → cinta Rasul → taat dengan gembira
๐Ÿ‘ Tanda-Tanda Mahabbah Sudah Mulai Berhasil :
๐ŸŒบ . Ibadah Menjadi Nikmat
Shalat terasa sebagai pertemuan, bukan kewajiban
Dzikir terasa sebagai kebutuhan, bukan rutinitas
๐ŸŒบ Hati Lebih Takut Kehilangan Ridha Allah
Takut dosa bukan karena neraka semata
Tetapi karena takut jauh dari Allah
๐ŸŒบ . Dunia Tidak Lagi Menguasai Hati
Memiliki dunia, tapi tidak dimiliki dunia
Kehilangan tidak membuat putus asa
Mendapat tidak membuat lalai
๐ŸŒบ Cinta kepadabAllah Mengalahkan Cinta Diri
Lebih memilih ridha Allah daripada keinginan nafsu
Rela dikoreksi demi kebenaran
Mudah memaafkan karena hati lapang
๐ŸŒบ . Rindu dalam Diam
Hati sering teringat Allah tanpa disengaja
Air mata mudah jatuh saat munajat
Kesendirian terasa lebih bermakna bersama Allah.
๐Ÿ“Œ 9. Al-Ma‘rifah (ุงู„ู…ุนุฑูุฉ)
Ma‘rifat (ุงู„ู…ุนุฑูุฉ) adalah pengenalan hati yang mendalam kepada Allah, bukan sekadar tahu dengan akal, tetapi menyaksikan dengan qalbu.
Jika:
Ilmu → mengetahui tentang Allah
Iman → membenarkan Allah.
maka Ma‘rifat adalah:
menyadari kehadiran Allah dalam setiap keadaan, tanpa hijab ego dan nafsu.
Para arif berkata:
“Ma‘rifat bukan melihat Allah dengan mata, tetapi hilangnya selain Allah dari pandangan hati.”
Latihan nya :
- (Penyucian Hati) sebab Ma‘rifat hanya turun ke hati yang bersih.
- Membersihkan riya’, ujub, dengki, dan cinta pujian
- Muhasabah harian (mengoreksi diri, bukan orang lain)
- Istiqamah dalam Syari‘at, sebab Ma‘rifat tidak pernah bertentangan dengan syari‘at.
Menjaga shalat tepat waktu dan khusyuk
Menjaga halal-haram dengan hati-hati
Adab lebih didahulukan daripada karamah
- Mengenalkan zikir kepada Allah
Tahapan dzikir:
Dzikir lisan → dzikir hati → dzikir sirr
Allah disebut, lalu yang menyebut menghilang
Tinggal kesadaran bahwa Allah Maha Hadir
Fanฤ’ an-Nafs (Luruhnya Ego)
Ma‘rifat datang ketika:
“aku” melemah
kehendak pribadi tunduk
dan penilaian diri sirna
Ini bukan hilang wujud, tetapi:
tidak lagi menjadikan diri sebagai pusat
Saat cermin ego retak, cahaya hakikat tampak.
Tajalli (Anugerah, Bukan Usaha)
Ma‘rifat tidak bisa dipaksa.
Setelah: Riyadhah,mujahadah, dan menjaga adab adabnya :
maka Allah sendiri yang membuka.
“Ma‘rifat adalah rahmat, bukan prestasi.”
๐Ÿ‘ Tanda-Tanda Seseorang yang Telah Mencapai Ma‘rifat
1. Hilang Klaim Diri
- Tidak merasa paling benar
- Tidak mengaku sudah sampai
- Lebih banyak diam daripada bicara tentang dirinya
- menyembunyikan maqamnya
- Tenang dalam Segala Keadaan
- Ujian tidak mengguncang batin
Nikmat tidak membuat lalai
- Hatinya stabil karena bersandar pada Allah
- Melihat Allah dalam Semua Peristiwa
Senang atau susah sama-sama dari Allah.
- Tidak banyak protes, tidak banyak mengeluh
Semua kejadian menjadi pelajaran tauhid
- Akhlaknya Semakin Lembut, Rendah hati,
Pemaaf, Mudah berkasih sayang ma
- Ibadahnya Penuh Kehadiran
Shalatnya sedikit gerak, banyak rasa
❤️ Penutup (Pegangan Ruhani)
Ma‘rifat bukan untuk dibanggakan, tetapi:
untuk menambah tawadhu’
untuk menambah takut dan cinta
untuk menambah pengabdian
“Semakin mengenal Allah, semakin merasa tidak mengenal apa-apa.”
Penutup (Nasihat untuk Seorang Sฤlik)
๐Ÿ”น Maqฤmฤt harus dilakukan secara berurutan
๐Ÿ”น Tidak boleh melompat lompat
๐Ÿ”น Harus istiqomah.
๐Ÿ”น Diikat dengan akhlak dan adab Rasulullah ๏ทบ
Semoga bermanfaat...!

Sumber dari Syekh H.Haris Mulyono Al jawi

PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL

  PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL Penyakit batin merupakan faktor paling berbahaya dalam kehidupan spiritual seorang hamba karena ...