PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL
Penyakit batin merupakan faktor paling berbahaya dalam kehidupan spiritual seorang hamba karena ia bekerja secara tersembunyi, halus, dan sering tidak disadari. Amal yang tampak shalih secara lahir dapat gugur nilainya bahkan berubah menjadi sebab kebinasaan apabila tercemar oleh penyakit hati. Makalah ini menguraikan jenis-jenis penyakit batin utama yang merusak amal, disertai dalil Al-Qur’an dan Hadis serta pandangan para ulama tasawuf mengenai bahaya dan metode penyuciannya.
Islam menempatkan hati (qalb) sebagai pusat penilaian amal. Baik dan buruknya perbuatan lahir sangat bergantung pada keadaan batin.
Dalil Hadis :
ุงَّููุจُِّู ๏ทบ َูุงَู:
ุฃََูุง َูุฅَِّู ِูู ุงْูุฌَุณَุฏِ ู
ُุถْุบَุฉً، ุฅِุฐَุง ุตََูุญَุชْ ุตََูุญَ ุงْูุฌَุณَุฏُ ُُُّููู،
َูุฅِุฐَุง َูุณَุฏَุชْ َูุณَุฏَ ุงْูุฌَุณَุฏُ ُُُّููู، ุฃََูุง ََِููู ุงَْْูููุจُ
Artinya:
“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penyakit batin adalah sifat tercela yang merusak keikhlasan dan memalingkan hati dari Allah, meskipun amal lahir tampak benar.
Menurut Imam Al-Ghazali:
“Penyakit hati lebih berbahaya daripada dosa lahir, karena dosa disadari, sedangkan penyakit hati sering disukai.”
RIYA adalah : Beramal bukan karena Allah, tapi untuk dilihat dan mengharap dipuji manusia.
Dalil Al-Qur’an
َูู
َุง ุฃُู
ِุฑُูุง ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُูุง ุงََّููู ู
ُุฎِْูุตَِูู َُูู ุงูุฏَِّูู
Artinya:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Al-Bayyinah ayat : 5)
Dalil dari Hadis nabi :
ุฅَِّู ุฃَุฎََْูู ู
َุง ุฃَุฎَุงُู ุนََُْูููู
ُ ุงูุดِّุฑَْู ุงْูุฃَุตْุบَุฑُ
َูุงُููุง: َูู
َุง ุงูุดِّุฑُْู ุงْูุฃَุตْุบَุฑُ َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู؟
َูุงَู: ุงูุฑَِّูุงุกُ
Artinya:
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya: “Apa itu wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Riya’.”
(HR. Ahmad)
Menurut Sahl bin Abdullah At-Tustari:
“Riya’ adalah hijab halus yang membatalkan amal tanpa terasa.”
UJUB adalah : Merasa Kagum dan bangga terhadap amal sendiri.
Dalil Al-Qur’an
ََููุง ุชُุฒَُّููุง ุฃَُููุณَُูู
ْ ۖ َُูู ุฃَุนَْูู
ُ ุจِู
َِู ุงุชََّูู
Artinya:
“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.”(QS. An-Najm ayat : 32)
Imam Junaid Al-Baghdadi berkata:
“Ujub lebih berbahaya daripada dosa, karena dosa melahirkan taubat, sedangkan ujub melahirkan kehancuran.”
TAKABBUR adalah : Merasa diri lebih tinggi dan lebih hebat dari orang lain.
Dalil Al-Qur’an :
ุฅََِّูู ู
َِู ุงูุตَّุงุบِุฑَِูู
Artinya:
“Sesungguhnya engkau (Iblis) termasuk makhluk yang hina.”(QS. Al-A‘raf ayat : 13)
Dalil Hadis nabi :
َูุง َูุฏْุฎُُู ุงْูุฌََّูุฉَ ู
َْู َูุงَู ِูู َْููุจِِู ู
ِุซَْูุงُู ุฐَุฑَّุฉٍ ู
ِْู ِูุจْุฑٍ
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)
Abu Yazid Al-Bustami berkata:
“Selama engkau masih melihat dirimu lebih baik dari makhluk, berarti engkau belum mengenal Allah.”
HASAD adalah : salah satu sifat buruk yaitu iri dan dengki terhadap nikmat orang lain, selalu merasa iri dengan keadaan orang lain.
Dalil Al-Qur’an
َูู
ِู ุดَุฑِّ ุญَุงุณِุฏٍ ุฅِุฐَุง ุญَุณَุฏَ
Artinya:
“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq ayat : 5)
Dalil Hadis nabi :
ุฅَِّูุงُูู
ْ َูุงْูุญَุณَุฏَ، َูุฅَِّู ุงْูุญَุณَุฏَ َูุฃُُْูู ุงْูุญَุณََูุงุชِ َูู
َุง ุชَุฃُُْูู ุงَّููุงุฑُ ุงْูุญَุทَุจَ
Artinya:
“Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
GHURUR adalah Penyakit paling halus dan paling berbahaya, yaitu dia telah tertipu oleh penilaian dirinya sendiri.
Dalil Al-Qur’an
ุฃََูุฃَู
ُِููุง ู
َْูุฑَ ุงَِّููู ۚ ََููุง َูุฃْู
َُู ู
َْูุฑَ ุงَِّููู ุฅَِّูุง ุงَْْูููู
ُ ุงْูุฎَุงุณِุฑَُูู
Artinya:
“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.”( QS. Al-A‘raf ayat : 99)
Ucapan Para Arif
“Ketika engkau merasa telah sampai, itulah tanda engkau tertutup.”
Merasa masih panjang umur dan masih banyak waktu hidup di dunia ini.
Makna:
Hati tertipu oleh harapan dunia, sehingga menunda Nunda untuk taubat dan amal ikhlas, dan terus sibuk mengejar dunia.
Dalil Al-Qur’an :
ุฐَุฑُْูู
ْ َูุฃُُْูููุง ََููุชَู
َุชَّุนُูุง َُِِْูููููู
ُ ุงْูุฃَู
َُู ۖ َูุณََْูู َูุนَْูู
َُูู
Artinya: "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilupakan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)." (QS. Al-Hijr: 3)
Pandangan Al-Ghazali:
“Panjang angan-angan adalah akar kelalaian dan anak kandung cinta dunia.”
penyakit bathin ini merasa selalu Ingin dihormati, agar ditaati, dan selalu ingin dipuji
Makna:
Lebih berbahaya dari cinta harta, karena sering tersembunyi dalam dakwah dan ilmu.
Hadis nabi :
ู
َุง ุฐِุฆْุจَุงِู ุฌَุงุฆِุนَุงِู ุฃُุฑْุณَِูุง ِูู ุบََูู
ٍ ุจِุฃَْูุณَุฏَ ََููุง ู
ِْู ุญُุจِّ ุงْูู
َุงِู َูุงูุดَّุฑَِู ِูุฏِِูู ุงْูู
َุฑْุกِ
Artinya: "Tidaklah dua ekor serigala yang lapar yang dilepaskan di tengah-tengah kambing, lebih merusak daripada kecintaan terhadap harta dan kemuliaan terhadap agama seseorang." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa cinta harta dan kemuliaan dapat lebih merusak agama seseorang daripada dua serigala lapar yang dilepaskan di tengah-tengah kambing.
(HR. Tirmidzi)
Komentar Al-Ghazali:
“Cinta kedudukan adalah pintu riya’, ujub, dan kebinasaan para penyeru agama.”
(ุงِุณْุชَِูุงَูุฉُ ุจِุงูุฐُُّููุจِ)
Makna: Menganggap remeh atas perbuatan dosa kecil , dia menganggap dosa kecil tidak berbahaya, padahal jika ia jika menumpuk maka akan mengeraskan hati.
Dalil Hadis nabi
ุฅَِّูุงُูู
ْ َูู
ُุญََّูุฑَุงุชِ ุงูุฐُُّููุจِ
Artinya: "Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil." (HR. Ahmad dan Tabarani)
Lanjutan hadisnya adalah:
َูุฅَُِّููู
َุง َูุฌْุชَู
ِุนَْู ุญَุชَّู َُِْْููููู
Artinya: "Karena dosa-dosa kecil itu akan berkumpul (bertambah) hingga membinasakan (pelagunya)." (HR. Ahmad)
Pandangan Tasawuf:
“Gunung dosa terbentuk dari kerikil yang diremehkan.”
(ุงِุญْุชَِูุงุฑُ ุงَّููุงุณِ)
Makna:
Selalu Melihat keburukan orang lain dan menghakimi orang lain, sehingga lupa aib diri sendiri.
Dalilnya :
ََููุง ุชُุฒَُّููุง ุฃَُููุณَُูู
ْ
Artinya: "Janganlah kamu menganggap dirimu suci." (HR. Muslim)
Lanjutan ayatnya adalah:
ุงَُّููู ุฃَุนَْูู
ُ ุจِู
َِู ุงุชََّٰูู
Artinya: "Allah lebih mengetahui siapa yang bertakwa (QS. An-Najm: 32)
Kata Imam Al-Ghazali:
“Siapa yang sibuk dengan aib orang lain, berarti Allah menutup matanya dari aib dirinya.”
(ุงْูุฃَู
ُْู ู
ِْู ู
َْูุฑِ ุงَِّููู)
Maknanya : Ia Merasa ibadah sudah cukup banyak sehingga merasa dirinya sudah mendapatkan jaminan keselamatan dari Allah.
Dalilnya :
ุฃََูุฃَู
ُِููุง ู
َْูุฑَ ุงَِّููู
Artinya: "Apakah mereka merasa aman dari azab Allah?" (QS. Al-A'raf: 99)
Lanjutan ayatnya adalah:
ََููุง َูุฃْู
َُู ู
َْูุฑَ ุงَِّููู ุฅَِّูุง ุงَْْูููู
ُ ุงْูุฎَุงุณِุฑَُูู
Artinya: "Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi."
Pandangan Al-Ghazali:
“Rasa aman adalah racun bagi orang shalih.”
Maknany : Merasa dosa terlalu besar untuk diampuni sehingga dia putus asa dari Rahmat Allah.
Dalil
َูุง ุชََْููุทُูุง ู
ِู ุฑَّุญْู
َุฉِ ุงَِّููู
Artinya: "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Al-Zumar: 53)
Lanjutan ayatnya adalah:
ุฅَِّู ุงََّููู َูุบِْูุฑُ ุงูุฐُُّููุจَ ุฌَู
ِูุนًุง ۚ ุฅَُِّูู َُูู ุงْูุบَُููุฑُ ุงูุฑَّุญِูู
ُ
Artinya: "Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar: 53)
Keseimbangan Tasawuf:
Takut tanpa harap = adalah putus asa
Harap tanpa takut = adalah tertipu
Ucapan Al-Ghazali:
“Berapa banyak orang berilmu yang terhalang oleh ilmunya, dan berapa banyak ahli ibadah yang terhalang oleh amalnya.”
Dalil Al-Qur’an :
QS. Asy-Syams: 9–10
َูุฏْ ุฃََْููุญَ ู
َู ุฒََّูุงَูุง ََููุฏْ ุฎَุงุจَ ู
َู ุฏَุณَّุงَูุง
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
Metode penyembuhan penyakit hati menurut ahli Tasawuf :
Penyakit batin adalah perusak amal paling berbahaya. Ia tidak merusak bentuk ibadah, tetapi menggugurkan nilainya di sisi Allah.
Oleh sebab itu, tasawuf bukan pelengkap, melainkan penjaga keikhlasan amal.
Syariat tanpa tazkiyah akan melahirkan kesombongan,
Tasawuf tanpa syariat melahirkan kesesatan.
Sumber dari Syekh Haris Al Jawi

