MARTABAT AHDAH
Dalam Amalan menyucikan diri dan mengembalikan Rahsia kepada tuan Empunya Rahsia, maka seorang manusia itu haruslah meningkatkan kesuciannya sampai ke peringkat Asal kejadian Rahsia Allah swt.
Manusia harus melewati beberapa tahapan mulai Alam Insan ke Martabat Zat Allah Swt. yaitu Martabat AHDAH. Sebab itulah tugas kita Manusia mengenal Hakikat ini dan berusaha sedaya-upaya untuk mengembalikan Amanah Allah Swt tersebut sebagaimana Amalan penerimaan amanah-Nya pada peringkat awalnya.
Sesudah lahir ke dunia Manusia dihijab dengan nafsu-nafsu dan haruslah Manusia itu menyucikan kembali agar dapat menembus satu Martabat Nafsu ke satu Martabat Nafsu yang lain sampailah benar-benar tahu dengan Allah Swt.
Sesungguhnya Allah Swt dalam usaha untuk memperkenalkan diri-Nya melalui lidah dan hati, maka Allah telah mentajalikan dirinya menjadi Rahsia kepada diri Manusia.
Pada Alam Gaibul Ghaib yaitu pada Martabat Ahdah, Tahap ini dikatakan belum ada Awal dan belum ada Akhir, belum ada SIFAT, belum ada ASMA dan belum ada apa-apa satu pun jua yaitu pada Martabat ZATUL HAQ, disini telah di putuskan untuk memperkenalkan diri-Nya dan untuk diberikan tanggung jawab berat ini kepada manusia, maka ditajalikan-lah diri-Nya itu dari satu peringkat ke peringkat berikutnya hingga sampai zahirnya manusia yang berbadan Rohani dan Jasmani.
Ada pun Martabat Ahdah ini terkandung didalam ayat Qulhuallahu Ahad yaitu pada zat semata-mata dan inilah dinamakan Martabat ZAT.
Pada Martabat ini kedudukan diri Empunya Diri (Zat Al-Haq) adalah dengan DIA semata-mata yaitu dinamakan Diri Sendiri.
Pada masa ini, tiada SIFAT, tiada ASMA dan tiada AFA’AL dan tiada apa-apa, kecuali Zat Mutlak semata-mata, maka berdirilah Zat itu dengan DIA SEMATA-MATA, dan Diri Zat tersebut dinamakan Esa atau AHAD atau dinamakan KUN ZAT.
Pada peringkat yang kedua dalam proses mentajalilkan diri-Nya, Diri Empunya Diri telah mentajalilkan Diri ke suatu Martabat Sifat yaitu SABIT NYATA PERTAMA.
Pada Martabat
Sumber dari FB Makrifatullah

Tiada ulasan:
Catat Ulasan