Isnin, 15 Disember 2025

MENGAPA ORANG TAREKAT/H LEBIH SENANG SHOLAT SENDIRI - SENDIRI

 



MENGAPA ORANG TAREKAT/H LEBIH SENANG SHOLAT SENDIRI - SENDIRI?

Kali ini kita akan menyimak sama2 tentang pendapat orang awam yg mengganggap mereka (laki-laki) yg TDK berjamaah ke Masjid sebagai orang yg kurang dlm ibadah nya,
Dan bahkan Nabi Muhammad Saw pernah berkata kalo bukan karena istri dan anak-anaknya yg ia imami maka suruh bakar rumah org yg TDK mau sholat berjamaah itu
Dari sini kita bisa menarik kesimpulan walaupun sabda Nabi ini belum tentu keAfsahan shahih Nya, bahwa perbandingan sholat berjamaah dg sholat sendiri2 itu beda pahala derajatnya, itu bagi mereka pelaku syariat sangat2 menganjurkan
Tapi bagi mereka yg pelaku Tarekat itu bukan pahala lagi yg mereka kejar, tapi mereka pengen ke khususan dlm beribadah kepada Allah dan dlm mengingat Allah
Serangkaian rentetan panjang doa dan dzikir yg mereka lakukan bagi pelaku Tarekat itu, semata-mata hanya Nama Allah bahkan Allah sajalah yg ia ingat dan menjadi yg ada di ingatan hanya Allah
Dan bahkan antara kedua pelaku syariat dan pelaku Tarekat Masih saling menyalahkan ajaran dan pengetahuan itu , ajaran dan pelajaran mereka baik, tapi rasa saling menyalahkan itu lah yg TDK baik
Kita ambil contoh kisah dari kedua orang Aulia Imam Maliki dan Imam Syafi'i
Suatu ketika mereka berdua sedang berkumpul dalam suatu pertemuan yg mulia, seperti yg kita ketahui ajaran mereka baik2 semua, dan setiap dari pada kita masing2 mengimami aliran antara keduanya
Didalam perjamuan itu seperti biasa ada candaan yg berisi ilmu agama, dan pada saat itu imam Syafi'i yg masih muda berguru kepada imam Maliki, beliau imam Syafi'i berkata wahai Guru rejeki itu ternyata harus dicari baru kita dapat hasilnya, benarkah kata imam Maliki, tapi menurut ku kata imam Maliki rejeki itu pasti datang walaupun kita tidak mencarinya, terjadi lah perdebatan kecil tapi ttp dalam keadaan candaan, baiklah guru saya akan membuktikan bahwa apa yg saya katakan ini adalah benar adanya, sebulan/seminggu(saya lupa menurut ceritanya) lagi saya akan datang menemui guru untuk membuktikan nya,, baiklah kata guru imam Maliki
Imam Syafi'i kala itu ikut petani buah anggur untuk bekerja mereka bekerja keras dlm pembibitan, penanaman dan proses yg panjang dlm mencapai hasil panen buah anggur, hingga tiba pada waktunya buah anggur itu panen, imam Syafi'i buru2 kerumah sang Guru untuk membawa hasil panen tsb, untuk membuktikan bahwa apa yang ia katakan kepada gurunya itu benar adanya, setibanya d kediaman gurunya, beliau seperti biasa menampakkan adab dan prilaku yg baik pada gurunya, dan seperti biasa pula imam Maliki duduk ditempat biasa ia d temui, wahai Guru lihat lah apa yg saya bawa buah anggur hasil jerih payah saya dalam menjemput rejeki, jadi apa yg saya katakan itu benar adanya kan? Silahkan guru mencicipi rejeki yg saya cari dan jemput ini
Sambil tersenyum guru nya mengambil sebutir buah anggur itu sambil mencicipi nya, dan menurut saya juga benar rejeki yg sudah memang menjadi rezeki saya akan DTG dg sendirinya walaupun saya TDK bekerja , sambil keduanya tertawa bahwa perbedaan pendapat mereka sama-sama benar adanya
Alhamdulillah pelajaran dari kisah-kisah para waliyullah ini, adalah perbedaan pendapat tak harus menjadikan kita bertengkar dan berselisih paham hingga timbul kata2 saling menghujat , merasa bahwa ajaran dan pemahaman kita lah yg baik, sehingga kita merasa ajaran dan pemahaman org lain TDK lah baik.
Barangkali cara sholat mereka ada tambahan khusus hingga mereka sholat mereka yg syahdu itu tak ingin d lihat banyak org, mungkin barang kali mereka malu d lihat banyak orang, terkadang org2 tarekat itu malu jika amalan baik mereka terlihat, ya makanya mereka kebanyakan sembunyi2, dalam artian sholat sering d rumah saja
TAREKAT QODIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH (TQN) adalah tarekat sufi yang merupakan gabungan dari dua tarekat besar, Tarekat Qodiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah.
Gabungan dua tarekat
TAREKAT QODIRIYAH: Tarekat ini berlandaskan ajaran dari Syeikh Abdul Qadir Jailani, dengan amalan pokoknya termasuk mujahadah, tawakal, akhlak mulia, syukur, sabar, ridho, dan jujur. Dalam praktiknya, Tarekat Qodiriyah mengajarkan zikir jahr, yaitu zikir dengan suara.
TAREKAT NAQSYABANDIYAH: Tarekat ini berasal dari Persia dan menekankan dzikrullah (mengingat Allah) sebagai amalan utamanya. Tarekat Naqsyabandiyah mengajarkan dzikir sirri, yaitu dzikir dalam hati.
MAKNA DARI POSTINGAN SAYA ADALAH tetap lah pada pendirian d mna kita berjalan syariat ttp dlm ibadah berjamaah nya, sedangkan tarekat ttp dlm ibadah nya, inti dari kisah para imam adalah pendapat TDK membedakan hasil dan tujuan yg sama

Sumber dari FB



Tiada ulasan:

Catat Ulasan

PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL

  PENYAKIT PENYAKIT BATIN YANG MERUSAK AMAL Penyakit batin merupakan faktor paling berbahaya dalam kehidupan spiritual seorang hamba karena ...