Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Pertanyaan ini sangat penting dalam jalan spiritual Islam, karena banyak orang tersesat bukan karena kurang ilmu, tapi karena salah menempatkan syariat dan haqiqat.
Dalam pandangan tasawuf, keduanya bukan lawan, tapi dua tingkatan dalam satu perjalanan menuju Allah.
1. AHLI SYARI'AT (أهل الشريعة)
Ahli syariat adalah orang yang:
Menguasai hukum-hukum lahiriah Islam.
Fokus pada hukum fiqh, tentang halal-haram, perintah dan larangan.
Menjaga ibadah secara formal dan disiplin.
Ciri-cirinya: 
Sholat tepat waktu, sesuai rukun dan syarat.
Puasa, zakat, haji sesuai tuntunan fiqh.
Menjaga adab lahiriah dan hukum sosial.
Bicara dengan dalil: “Menurut ayat ini… menurut hadits ini…”
Kelebihannya:
Ahli syariat Menjaga agama dari segala penyimpangan, Menjadikan hukum Menjadi pagar agar manusia tidak keluar batas.
Kekurangannya : 
(jika berhenti di sini saja):
Maka semua Ibadah yang dilakukan bisa menjadi kering dan hampa karena hanya sekedar menjalani rutinitas ibadah.
Kadang Merasa sudah paling benar, mudah menghakimi seseorang.
Allah hanya dipahami sebatas Tuhan hukum, belum Tuhan yang dihadirkan dalam hati.
Tujuannya: 
memperbanyak mencari pahala agar mendapatkan keselamatan akhirat dan mendapatkan balasan surga.
2. AHLI HAQIQAT (أهل الحقيقة)
Ahli haqiqat adalah orang yang:
Mengalami kesadaran dan merasakan kehadiran Allah dalam bathin dan juga setiap hembusan nafasnya.
Selain tahu tentang hukum hukum , juga merasakan makna dari sebuah ibadah.
Tujuan utamanya: untuk memfanakan/ menghilangkan ego diri agar Merasakan hidup bersama Allah.
Ciri-cirinya: 
Segala ibadah yang dilakukan tidak mengharap imbalan tapi adalah sebagai wujud penghambaan kepada Allah sang khalik.
Kelebihannya: 
Mengetahui makna hidup yang sebenarnya
Hatinya terasa menjadi hidup.
Ibadahnya iklash penuh makna.
Akhlaknya menjadi lembut dan rendah hati.
Bahayanya : 
(jika tanpa berpegangan kepada syariat):
Bisa terjatuh kepada perbuatan zindik
Merasa tidak perlu hukum: “Saya sudah sampai.”
Menghalalkan yang haram atas dalil nama makrifat.
3. Perbedaan Utama
Ahli Syariat : fokus kepada amal lahir
Ahli Haqiqat : Mencari kesadaran batin
Alatnya
Ahli Syariat : fikih ,hukum ,dalil dan hujah
Ahli Haqiqat :zikir , tadakkur dan muraqobah
Sholat
Ahli Syariat : fokus pada gerakan dan bacaan
Ahli Haqiqat : fokus pada perjumpaan ruh
Ilmu
Ahli Syariat : tahu tentang Allah
Ahli Haqiqat : merasa bersama Allah
4. Pandangan Para Arif Billah
Imam Malik berkata :
مَنْ تَفَقَّهَ وَلَمْ يَتَصَوَّفْ فَقَدْ تَفَسَّقَ
وَمَنْ تَصَوَّفَ وَلَمْ يَتَفَقَّهْ فَقَدْ تَزَنْدَقَ
وَمَنْ جَمَعَ بَيْنَهُمَا فَقَدْ تَحَقَّقَ
Terjemahan :
“Barangsiapa mendalami fiqh (syariat) tetapi tidak bertasawuf, maka ia telah menjadi fasik.
Dan barangsiapa bertasawuf tetapi tidak mendalami fiqh, maka ia telah menjadi zindiq (sesat).
Dan barangsiapa menggabungkan keduanya, maka ia telah mencapai kebenaran (hakikat).”
5. Analogi yang sangat sederhana
Syariat = ibarat perahu
Haqiqat = ibarat lautan
Tujuan kepada = Allah
Maka Tanpa perahu, engkau akan tenggelam.
Dan Tanpa laut, perahu tak akan bermakna.
6. KESEMPURNAAN
Ahli syariat yang sejati harus menuju kepada haqiqat,
dan ahli haqiqat sejati tidak mungkin meninggalkan syariat.
Jika mendirikan sholat karena masih takut dosa dan hukumnya masuk neraka
itulah syariat.
Jika mendirikan sholat karena rindu mengharapkan pertemuan dengan Allah
itulah haqiqat.
Syariat
mengatur apa yang kau lakukan.
Haqiqat
menyingkap siapa yang sebenarnya berbuat.
Jadi untuk mencapai kesempurnaan maka harus menguasai ilmu keduanya.
Wassalam
Sumber dari Haris Haris

Tiada ulasan:
Catat Ulasan