MEMBEDAH PIKIRAN SEBAGAI ALAT UNTUK BUMI_
"Pikiran adalah alat untuk bumi"
Artikel ini menyajikan analisis mendalam tentang
Berikut pembedahan strukturnya,
1. DIKOTOMI PIKIRAN Vs LANGIT_
- Pikiran (alat bumi) :
Di rancang untuk hal-hal terbatas : seperti ruang, waktu,
sebab akibat, bentuk, warna, dan logika.
- Berguna untuk ; sains, tekhnologi, perencanaan,
komunikasi dan pemecahan masalah.
- Keterbatasannya ; Gagal memahami realitas di luar
dimensi fisik.
- Lagit (realitas Transenden) : Tak terhingga,
tak terbatas, melampaui logika.
Di sini "langit", sebagai simbol dari "realitas keTuhanan" yang tak terjangkau konsep manusia.
- Simpulan : Pikiran seperti kalkulator, efektif menghitung,
Namun terkadang tak memahami filsafah.
2. CONTOH KEGAGALAN PIKIRAN_
- Ayat "Laysa kamitslihi syai'un" (Qs, As Syura : 11)
- Makna ; "Tak ada sesuatu pun menyerupai-Nya".
- Pukulan bagi pikiran ;
Pikiran hanya bisa membayangkan berdasarkan memory indrawi seperti (bentuk, warna dan suara),
Saat mencoba membayangkan Tuhan, yang tercipta hanyalah "Proyeksi ego" seperti konsep, teori dan visualisasi.
Namun dari segi paradoks, pikiran tahu Tuhan tak terbayang, tapi tetap memaksa diri. sedangkan Analoginya ; adalah ibarat seperti kucing yang mencoba memahami internet namun alatnya (pikiran) tak memadai.
3. EGO PIKIRAN_
- Sifat egois pikiran ; tak mau mengakui keterbatasan.
- Terus memproduksi konsep demi rasa kontrol.
- Kebenaran tertinggi hanya bisa di alami tatkala ; pikiran baru diam saat kebenaran hadir secara langsung.
-Reaksinya saat bertemu REALITAS ILAHI_
Lumpuh, bisu, diam dan hancur. bukan karena paksaan, tapi "Kesadaran akan ketidakberdayaan".
Sedang Metafora_nya ; Lilin padam saat matahari terbit bukan karena kalah, tapi tak di butuhkan.
4. HAKIKAT "LAYSA" (Ketidak-terbandingkan).
Wujud Tuhan bukan ketiadaan, tapi "keberadaan mutlak" yang tak bisa ;
- Di bandingkan (no comparison).
- Di bayangkan (no imagination).
- Di dekati alat bumi (no earthly tools).
Namun hanya bisa di sentuh oleh "kesadaran" yang melampaui ego, dan melebur dalam kehampaan yang penuh dengan_
(kosong dari diri, dan hanya di penuhi oleh Ilahi).
Sedangkan di lihat dari segi :
-Kontras ;
bahwa pikiran itu ibarat lampu senter,
(menerangi ruang gelap, tapi terbatas).
-Kesadaran murni ;
mata yang beradaptasi dengan kegelapan.
5. JALAN PEMAHAMAN SEJATI_
Jalan pemahaman sejati bukan melalui pikiran, tapi ..
- PENGOSONGAN (Takhalli), yakni mengosongkan diri
dari konsep.
- PENYAKSIAN (Musyahadah), hadirkan hati dalam
keheningan.
- PENYERAHAN TOTAL (taslim), Pasrah tanpa syarat.
Peran pikiran yang benar,
adalah kembali sebagai alat bumi. Saat langit terbuka, biarkan "kesadaran murni" yang menuntun ke Ilahi.
Sabda sufi ;
"Pikiran adalah penjara, sedangkan kesadaran
adalah sayap".
Poin kritis teks ;
1. Delegitimasi konsep ke_Tuhanan, mengatakan
bahwa Semua konsep tentang Tuhan adalah reduksi,
seperti peta yang bukan wilayah sesungguhnya.
2. Kematian ego intelektual,
seperti pikiran harus "mati" sebelum jiwa "hidup"
dalam pengalaman hakiki.
3. Bahasa pengalaman vs bahasa konsep,
- pemahaman sejati lahir dari "dzauq" (rasa),
bukan akal (logika).
"Siapa yang menyangka terserap dalam Tuhan, maka
ia masih terpisah,
Dan barang siapa yang tak menyangka,
maka ia telah terserap" (Ibnu Arabi)_
"Bunuh akalmu,
karena akal adalah rantai bagi jiwa merdeka" (rumi)_
"Bukan dengan berpikir bahwa aku adalah DIA, tapi
dengan berhenti berpikir, aku adalah ini .."
(advaita vedanta)_
Kesimpulan esensial :
"Bahwa pikiran itu adalah perahu untuk menyusuri sungai bumi. tapi sampai di samudera langit, ia harus di tinggal agar kita bisa berenang dalam keAbadian".
Pikiran : bumi
Kesadaran : langit
Pemahaman tertinggi terjadi,
saat pikiran diam dan kesadaran menyatu dengan realitas tanpa perantara.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan