Khamis, 30 Oktober 2025

𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇❞

 

❝𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐒𝐔𝐅𝐈, 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇❞
💞𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐖𝐀𝐍𝐈𝐓𝐀 𝐒𝐔𝐅𝐈...
𝐖𝐀𝐋𝐈 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐀𝐋𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐑𝐄𝐌𝐏𝐔𝐀𝐍💖...
Sang ratu Cinta lahir dalam kemiskinan yang sangat, Tak ada kain untuk menyelimuti dirinya, Tak ada minyak setetespun untuk pemoles pusarnya, Tak ada lampu untuk menerangi kelahirannya, Ia adalah putri ke empat, Maka disebutlah Robi’ah.
Sang ayah menekur sedih memikirkan hal ini, Mau pinjam ataupun minta, sudah menjadi pantangan bagi dirinya. Semuanya digantungkannya pada Alloh, Dalam kesedihan ia bermimpi, Bertemu sang Nabi yang menghibur hati, “Temuilah Gubernur Basrah, dan katakan, “Setiap malam engkau kirimkan sholawat 100 kali kepadaku, dan setiap malam Jum’at 400 kali, kemarin adalah malam Jum’at dan engkau lupa mengerjakannya.
Sebagai penebus kelalaianmu itu, berikanlah kepada orang ini 400 dinar, Yang telah engkau peroleh dengan halal."
Gubernurpun memberikan apa yang dikehendaki oleh Nabi, Ditambah dengan 2000 dinar bagi sedekah orang miskin, Cukuplah sudah untuk kebutuhan keluarga Robi’ah.
Sampai keadaan berbicara lain, Bencana kelaparan melanda Basrah. Seorang penjahat menculik Robiah, Untuk kemudian dijual dipasar budak dengan harga 6 dirham, Majikan membelinya dan memberikannya tugas-tugas yang berat. Siang hari Robiah bekerja sambil berpuasa, Malam harinya dihabiskan untuk mujahadah dan muajahah dengan Rob-nya.
Kedekatan beralih menuju ke aqroban, Keaqroban membawanya kepada kerinduan dan kerinduan telah mengantarkannya pada cintanya pada Tuhannya.
“Aku adalah milikNya. Aku hidup dibawah naunganNya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepadaNya. Aku telah mengenalNya, sebab aku menghayati”
Satu malam yang dingin, Sang majikan merasakan kegelisahan dalam hatinya. Maka iapun berjalan kebelakang rumah, memeriksa sekelilingnya, memeriksa kunci-kunci rumahnya.
Dan ketika ia sampai didekat gudang tempat Robi’ah tinggal, Kekagetannya membuat ia sendiri gugup, lampu yang semula dipegangnya kini terlempar entah kemana.
Bagaimana tidak, ketika ia melongokkan kepalanya ke dalam ruang tempat Robiah beristirahat, Ia sedang melihat robiah menjalankan sholat, Dan….. Dan di atasnya tampak cahaya yang terang benderang. Bukan lampu, sebab cahaya itu tidak bergantung kepada suatu apapun.
Keesokan harinya, Robi’ah dipanggil, majikannya menyampaikan keinginannya. Ia membebaskan Robiah sebagai budak. Kini Robi’ah merdeka. Meski sang majikan berharap Robiah mau untuk tinggal dirumahnya, tapi ia memilih untuk pergi menjauhi masyarakat sekitar.
Dan ia menemukan sebuah gua agak dipinggir desa. Tinggallah ia di sana. Suatu hari di musim semi, Robi’ah memasuki tempat tinggalnya, Kemudian ia melongok keluar sebab pelayannya berseru, “Ibu, keluarlah dan saksikanlah, apa yang telah dilakukan oleh sang Pencipta” “Lebih baik engkaulah yang masuk kemari”“dan saksikanlah sang Pencipta itu sendiri.
Aku sedemikian asyik menatap sang Pencipta, sehingga apa peduliku lagi terhadap ciptaan-ciptaanNya ?” sahut Robiah dari dalam.
Suatu malam sebab terlalu letih, ia tertidur. Seorang maling menyelusup masuk ke dalam rumahnya, dan mencuri cadarnya. Tetapi, tak ditemuinya pintu keluar. Cadar diletakkan, pintu keluar terlihat. Cadar dibawa, pintu keluar tak terlihat lagi,
Terdengarlah suara, “Hai manusia, tiada gunanya engkau mencoba-coba.
Sudah bertahun-tahun Robi’ah mengabdi kepada Kami. Syaitan sendiri tidak berani datang menghampirinya. Tetapi betapakah seorang maling berani mencoba-coba untuk mengambil cadarnya. Pergilah dari sini. Jika seorang sahabat sedang tertidur, maka sang Sahabat bangun dan berjaga-jaga”
Ketika seorang sahabat mengantarkan seorang kaya yang ingin memberikan uang emasnya pada Robiah, Robiah berkata,“Dia telah menafkahi orang-orang yang menghujjahNya. Apakah Dia tidak akan menafkahi orang-orang yang mencintaiNya ? Sejak aku mengenalNya, aku telah berpaling dari manusia ciptaanNya. Aku tidak tahu apakah kekayaan seseorang itu halal atau tidak, Maka betapakah aku dapat menerima pemberiannya ?
Dimalam-malam hari yang sepi dan sunyi, Dalam kerinduannya dengan sang Maha Pencipta, Robiah bergumam sambil bersujud, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuhMu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu, Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku”
“Ya Allah, semua jerih payahku dan semua hasratku diantara kesenangan-kesenangan dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau. Dan diakhirat nanti, diantara segala kesenangan akhirat, Adalah berjumpa denganMu. Begitulah halnya dengan diriku, Seperti yang telah kukatakan. Kini berbuatlah seperti yang Engkau kehendaki”
Rabi'atul Adawiyah merupakan salah seorang srikandi agung dalam Islam. Beliau terkenal dengan sifat wara' dan sentiasa menjadi rujukan golongan cerdik pandai karena beliau tidak pernah kehabisan hujjah. Ikutilah antara kisah-kisah teladan tentang beliau..
➥𝐊𝐀𝐑𝐎𝐌𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐔𝐓𝐀𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇💞
Suatu malam yang sunyi sepi, di kala masyarakat sedang nyenyak tidur, seorang pencuri telah mencoba masuk ke dalam pondok Rabi'atul Adawiyah. Namun setelah mencari sesuatu sekeliling berkali-kali, dia tidak menemui sebuah benda berharga kecuali sebuah kendi untuk berwudu', itupun jelek. Lantas si pencuri tergesa-gesa untuk keluar dari pondok tersebut.
Tiba-tiba Rabi'atul Adawiyah menegur si pencuri tersebut, "Hei, jangan keluar sebelum kamu mengambil sesuatu dari rumahku ini." Si pencuri tersebut terperanjat karena dia menyangka tidak ada penghuni di pondok tersebut.
Dia juga merasa heran karen baru kali ini dia menemui tuan rumah yang begitu baik hati seperti Rabi'tul Adawiyah. Kebiasaannya tuan rumah pasti akan menjerit meminta tolong apabila ada pencuri memasuki rumahnya, namun ini lain, "Silahkan ambil sesuatu." kata Rabiatul Adawiyah lagi kepada pencuri tersebut.
"Tiada apa-apa yang boleh aku ambil dari rumah mu ini." kata si pencuri berterus-terang.
"Ambillah itu!" kata Rabi'atul Adawiyah sambil menunjuk pada kendi yang jelek tadi.
"Ini hanyalah sebuah kendi jelek yang tidak berharga." Jawab si pencuri.
"Ambil kendi itu dan bawa ke bilik air. Kemudian kamu ambil wudhu' menggunakan kendi itu. Selepas itu solatlah 2 rakaat. Dengan demikian, engkau telah mengambil sesuatu yang sangat berharga daripada pondok jelekku ini." Balas Rabi'tul Adawiyah.
✦ Ikuti terus Kisah Karamah Wali-Wali Allah
untuk mendapatkan kisah inspiratif dan pelajaran hati dari para kekasih Allah berikutnya
Mendengar ata-kata itu, si pencuri tadi berasa gementar. Hatinya yang selama ini keras, menjadi lembut seperti terpukau dengan kata-kata Rabi'tul Adawiyah itu. Lantas si pencuri mengambil kendi jelek itu dan dibawa ke bilik air, lalu berwudhu' menggunakannya.Kemudian dia menunaikan solat 2 rakaat. Ternyata dia merasakan suatu kemanisan dan kelazatan dalam jiwanya yang tak pernah dirasa sebelum ini.
Rabi'atul Adawiyah lantas berdoa, "Ya Allah, pencuri ini telah mencoba masuk ke rumahku. Akan tetapi dia tidak menemui sebuah benda berharga untuk dicuri. Kemudian aku suruh dia berdiri dihadapan-Mu. Oleh itu janganlah Engkau halangi dia daripada memperoleh nikmat dan rahmat-Mu."
Pada suatu hari, sekumpulan golongan cerdik pandai telah datang ke rumah Rabi'atul Adawiyah. Tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji beliau dengan perbagai persoalan. Malah mereka telah mempersiapkan dengan satu persoalan yang menarik. Mereka menaruh keyakinan yang tinggi, karena selama ini Rabi'atul Adawiyah tidak pernah kekurangan hujah.
"Wahai Rabi'atul Adawiyah, semua bentuk kebajikan yang tinggi-tinggi telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum lelaki, namun tidak kepada kaum wanita." Ketua rombongan itu memulai bicara.
"Buktinya?" Balas Rabi'atul Adawiyah.
"Buktinya ialah, mahkota kenabian dan Rasul telah dianugerahkan kepada kaum lelaki. Malah mahkota kebangsawanan juga dikurniakan kepada kaum lelaki.
Paling penting, tidak ada seorang wanita pun yang telah diangkat menjadi Nabi atau Rasul, malah semuanya dari golongan lelaki." Jawab mereka pula dengan yakin.
Memang betul pendapat tuan-tuan sekalian. Akan tetapi harus diingat bahwa sejahat-jahat pangkat ada pada kaum lelaki juga. Siapa yang mengagung-agungkan diri sendiri? Siapa yang begitu berani mendakwakan dirinya sebagai Tuhan? Dan siapa pula yang berkata :"Bukankah aku ini tuhanmu yang mulia?" Dengan tenang, Rabi'atul Adawiyah membalas hujah mereka sambil merujuk kepada Firaun dan Namrud.
Kemudian Rabi'atul Adawiyah menambah lagi, "Anggapan dan ucapan seperti itu tidak pernah keluar dari mulut seorang wanita. Malah semuanya dilakukan oleh kaum lelaki."
Suatu hari, Rabi'atul Adawiyah merlihat seorang sedang berjalan-jalan dengan kepalanya berbalut sambil meminta simpati dari orang banyak. Karena ingin tahu sebabnya orang itu berbuat demikian, Rabi'atul Adawiyah bertanya, "Wahai hamba Allah! Mengapa engkau membalut kepalamu begini rupa?"
"Kepalaku sakit." Jawab orang itu dengan singkat.
"Sudah berapa lama?" Tanya Rabi'atul Adawiyah lagi.
"Sudah sekian hari." Jawabnya dengan tenang.
Lantas Rabi'atul Adawiyah bertanya lagi, "Berapa usiamu sekarang?"
Orang itu menjawab,"Sudah 30 tahun"
"Bagaimana keadaanmu selama 30 tahun itu?" Tanya beliau lagi.
"Alhamdulillah, sehat-sehat saja." Jawabnya.
"Apakah kamu memasang sesuatu tanda di badanmu bahwa kamu sehat selama ini?" Tanya Rabi'atul Adawiyah.
"Tidak." Jawab orang itu ragu-ragu.
"Masya Allah, selama 30 tahun Allah telah menyehatkan tubuh badanmu, tetapi kamu langsung tidak memasang sesuatu tanda untuk menunjukkan kamu sehat sebagaitanda bersyukur kepada Allah.
Jika sebaliknya, pasti manusia akan bertanya kepada kamu sebabnya kamu sangat gembira. Apabila mereka mengetahui nikmat Allah kepadamu, diharapkan mereka akan bersyukur dan memuji Allah." Jelas Rabi'atul Adawiyah.
"Akan tetapi, kini apabila kamu mendapat sakit sedikit, kamu balut kepalamu dan kemudian pergi kesana sini bagi menunjukkan sakitmu dan kekasaran Allah terhadapmu kepada orang banyak, mengapa kamu berbuat hina seperti itu?" Sambung Rabi'atul Adawiyah lagi.
Orang yang berbalut kepalanya itu hanya diam seribu bahasa dan tertunduk malu dengan perlakuannya. Kemudian dia segera meninggalkan Rabi'atul Adawiyah dengan perasaan kesal dan insaf.
“Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan WajahMu yang abadi kepadaku”
➥𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋 𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐀𝐓 𝐁𝐀𝐍𝐘𝐀𝐊 𝐒𝐘𝐀𝐈𝐑 𝐓𝐄𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆 𝐂𝐈𝐍𝐓𝐀 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐌𝐀𝐇𝐀𝐁𝐁𝐀𝐓𝐔𝐋𝐋𝐀𝐇💕
Dalam hikayat-hikayat dunia sufi, nama Rabiah Al-Adawiyah merupakan nama dengan urutan atas dari banyak ulama-ulama sufi lain. Rabiah merupakan perempuan yang memiliki pandangan luar biasa dalam menjalani kehidupan dan meraih rida serta cinta Tuhan.
Ibu dari para sufi ini diperkirakan lahir pada 713-717 M atau 95-99 H di Kota Basrah, Irak. Pandangan-pandangan spiritualnya terus hidup di kalangan sufi selanjutnya. Rabiah bukan termasuk kalangan elit, sebaliknya ia lahir dan tumbuh dari keluarga yang miskin dengan rumah gelap gulita, tanpa penerangan sama sekali. Ia menjadi yatim piatu dan pernah melewati masa kelaparan, bahkan dijual sebagai budak.
Rabiah juga merupakan seorang ulama yang dihormati oleh banyak ulama lain. Di antara para ulama yang menaruh takzim kepadanya adalah Sufyan At-Tsauri, Al-Hasan Al-Bashri, Malik bin Dinar, dan Syaqiq Al-Balkhi.
Rabiah Al-Adawiyah ketika malam tiba tidak pernah tidur, kecuali hanya sesaat. Namun, saat terbangun dari lelapnya Rabiah selalu mengutuk dirinya sendiri yang terlelap sebentar tersebut dengan buaian syair.
Wahai jiwa, berapa lama engkau tertidur? sampai kapan engkau akan tertidur? engkau terlalu nyenyak tidur, akankah engkau tertidur saja tanpa terbangunkan kembali, kecuali oleh terompet hari kebangkitan?” untaian kata-kata tersebut diucapkan dengan tujuan untuk mendidik dirinya sendiri.
Kemudian, ada satu syair yang terkenal ketika malam akan tiba, perempuan suci tersebut akan bertutur, “Wahai Tuhanku, tenggelamkanlah daku dalam mencintaiMu, sehingga aku tidak lagi membimbangkanMu. Yaa Rabbi, bintang di langit telah gemerlapan, mata telah bertiduran, pintu-pintu istana telah terkunci, dan setiap pecinta telah menyendiri dengan yang dicintainya, namun inilah aku berada di hadiratMu.”
Dan ketika pagi datang, Rabiah akan bersenandung, “Tuhanku malam telah berlalu dan siang segera menampakkan diri. Aku gelisah apakah amalanku Engkau terima hingga aku merasa bahagia? Ataukah Engkau tolak sehingga aku merasa gelisah. Demi ke-Maha kuasaan-Mu, inilah yang akan aku lakukan selama Engkau memberi aku hidup. Sekiranya Engkau usir aku dari depan pintuMu, aku tak akan pergi karena cintaMu telah memenuhi hatiku.”
Ada pula satu gubahan syair yang bermaksud hanya Allah saja yang kuinginkan. “Kujadikan Engkau teman bercakap dalam hatiku. Tubuh kasarku biar bercakap dengan yang duduk, jisimku biar bercengkrama dengan taulanku, namun isi hatiku hanya tetap Engkau sendiri.”
Pun demikian syair berikut ini yang sangat masyhur dan kerap kali disampaikan, yaitu, “Yaa Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikan pada musuh-musuhMu. Dan apapun yang Engkau karuniakan padaku di akhirat, kasih pada sahabat-sahabatMu. Karena Engkau sendiri telah cukup bagiku.”
“Yaa Allah, jika aku menyembahMu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahMu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembahMu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu yang abadi padaku.” Syair ini sangat populer karena sering diucapkan oleh penceramah dan dai-dai.
Demikian pula dikisahkan, bahwa Rabiah pada suatu hari membawa seember air, kemudian ditanya oleh orang-orang, “hai Rabiah hendak ke mana membawa air?” Rabiah menjawab, “Aku ingin ke neraka, ingin memadamkan api neraka.” Pun suatu waktu rabiah membawa obor api, dan ditanya kembali oleh orang-orang, “apa yang engkau lakukan dengan api itu?” Rabiah menjawab, “aku ingin ke surga, membakar surga.”
Perilaku Rabiah di atas merupakan sindiran kepada manusia bahwa seringkali manusia beribadah hanya takut neraka atau mengharap surga. Namun mereka lupa bahwa Allah adalah tujuan sebenarnya. Innalillahi wa innailaihi raji’un.
➥𝐖𝐀𝐅𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋 𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇 رضي الله عنهما
Mengenai wafatnya ada dua pendapat yaitu tahun 135 H / 752M atau tahun 185 H / 801 M. Demi agar ia kuat beribadah, Robi'ah senantiasa meletakkan kain kafan persiapan dirinya nanti disebelahnya ketika ia sholat. Ketika tiba saatnya Robi’ah harus meninggalkan dunia fana ini, Ia mengisyaratkan dengan tanganya agar orang-orang keluar, Orang-orang yang sebelumnya menunggui, kini satu demi satu membiarkan Robi’ah sendiri.
Setelah itu, mereka mendengar suara dari dalam kamar Robi'ah, “Yaa nafsul muthmainnah. Irji’i ila robbika”
Beberapa saat kemudian tak ada lagi suara yang terdengar dari kamar Robi’ah. Mereka lalu membuka pintu kamar itu dan mendapatkan Robi’ah telah berpulang.
Konon setelah itu ada yang bermimpi melihat Robi'ah, kepadanya ditanyakan, “Bagaimanakah engkau menghadapi Munkar dan Nakir, wahai Robi'ah ?”
Robi’ah menjawab, “Kedua malaikat itu datang kepadaku dan bertanya, ”Siapakah Tuhanmu?”.
Aku menjawab, ”Pergilah kepada Tuhanmu dan katakan kepadaNya, ”Di antara beribu-ribu makhluk yang ada, janganlah Engkau melupakan seorang wanita tua yang lemah. Aku hanya memiliki Engkau di dunia yang luas, tidak pernah lupa kepadaMu, tetapi mengapakah Engkau mengirimkan utusan sekedar menanyakan “Siapakah Tuhanmu” kepadaku ?”
Ya Allah, curahkan dan limpahkanlah keridhoan atasnya dan anugerahilah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau simpan padanya,
Wallahu a'lam bishawab.
امين يارب العالمين 🤲
➥𝐒𝐲𝐚𝐢𝐫 𝐭𝐚𝐰𝐚𝐬𝐮𝐥 𝐝𝐢𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐌𝐚𝐮𝐥𝐢𝐝 𝐁𝐮𝐫𝐝𝐚𝐡
يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ
“Wahai Tuhanku, dengan (kedudukan) Mushtafa (Nabi Muhammad SAW), sampaikanlah maksud-maksud kami. Berikan ampunan bagi kami atas dosa yang telah silam. Wahai Zat yang luas kemurahan-Nya.”
Doa kelapangan dari segala kesulitan dan kesempitan yang sedang mendera umat Islam seluruhnya.
فرّج الله الكرب عنّا وعن سائر المسلمين بجاه سيد المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين
"Semoga Allah melapangkan kesempitan kami dan kesempitan setiap umat Islam berkat pangkat pengulu para rasul (Nabi Muhammad SAW), bagi keluarga, dan semua sahabatnya,”
Aamiin Aamiin Aamiin Ya Mujibbasailin🤲🤲

MAKNA KEMBALI KEPADA ALLAH — SIRRUL INQILĀB AL-AWWAL

 

MAKNA KEMBALI KEPADA ALLAH — SIRRUL INQILĀB AL-AWWAL
Tentang Rahsia Pulangnya Roh ke Asal Nur Zat
1. Segala yang Datang, Pasti Kembali
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” —
Kita milik Allah, dan kepada-Nya kita kembali.
Kalimat ini bukan sekadar ucapan takziah,
tetapi ikrar asal wujud.
Ia mengingatkan bahawa permulaan dan pengakhiran adalah satu titik yang sama,
seperti lingkaran yang sempurna.
Roh datang dari Allah — dari Sirr al-Qadīm,
diturunkan ke alam arwah,
kemudian ke alam mitsal,
kemudian ke jasad duniawi,
lalu menempuh perjalanan panjang
untuk mengenal dirinya dan kembali kepada sumbernya.
Setiap denyut nafas yang kita hembus
adalah langkah pulang ke asal cahaya.
2. Sirrul Inqilāb al-Awwal — Rahsia Kembali ke Permulaan
Dalam bahasa arifin, perjalanan ini disebut Inqilāb al-Awwal —
kembali ke asal pertama.
Segala yang wujud berasal dari Zat yang Tunggal,
maka segala yang fana akan kembali ke sana.
Namun, “kembali” di sini bukanlah berpindah tempat,
kerana tiada jarak antara makhluk dan Khaliq.
Yang kembali adalah kesedaran, bukan kewujudan.
Yang hilang adalah “aku yang berasa berasingan”.
Maka kembalinya roh bukanlah perjalanan ruang,
tetapi pembukaan hijab kesedaran,
sehingga ia sedar:
tiada pernah ia berpisah dengan Tuhannya, walau sekejap pun.
“Wahai jiwa yang tenang,
kembalilah kepada Tuhanmu,
dalam keadaan reda dan diredai.” (QS al-Fajr: 27–28)
Ayat ini bukan sekadar seruan di saat mati,
tetapi seruan abadi bagi setiap jiwa
yang menempuh jalan pulang di sepanjang hidupnya.
3. Kembali dalam Tiga Tahap
Para sufi menafsirkan “kembali kepada Allah” dalam tiga tingkat kesedaran:
1. Kembali melalui Taubat —
kembali dari dosa kepada ketaatan.
Ini adalah jalan zahir.
2. Kembali melalui Makrifat —
kembali dari kelalaian kepada penyaksian.
Ini adalah jalan hati.
3. Kembali melalui Fana’ —
kembali dari diri kepada Zat.
Ini adalah jalan ruhani yang tertinggi.
Tahap terakhir ini adalah Inqilāb al-Awwal,
ketika roh menyatu kembali dengan sumber Nur yang menzahirkan dirinya,
tanpa kehilangan peranan sebagai cermin Rahmat di alam.
4. Tiada Tempat Selain Dia
Apabila seseorang telah sampai kepada maqam ini,
ia memahami bahawa tiada yang wujud selain Allah.
Langit dan bumi hanyalah ayat-ayat,
roh dan jasad hanyalah madrasah bagi pengenalan.
Kembali kepada Allah bukanlah pergi ke arah baru,
tetapi menyedar bahawa tiada arah selain Dia.
Dalam diam roh berkata:
“Dulu aku mencari-Mu,
kini aku sedar — tiada satu pun langkahku kecuali Engkau yang menggerakkannya.”
5. Kembali Sebagai Cahaya
Roh yang telah kembali kepada asalnya
tidak lenyap, tetapi menjadi cahaya rahmat yang menembusi segala wujud.
Dia tetap berada di sisi Allah,
namun nur amalnya mengalir di bumi —
menghidupkan hati, menggerakkan kebaikan,
seperti matahari yang terbenam di ufuk barat,
namun sinarnya terus menyentuh dunia.
Mereka inilah para wali, para kekasih Allah,
yang tidak mati dalam pandangan Haqq,
kerana mereka telah hidup dalam-Nya sejak awal.
“Dan janganlah kamu mengira orang-orang yang mati di jalan Allah itu telah mati,
bahkan mereka hidup di sisi Tuhannya,
dan diberi rezeki.” (QS Āli ‘Imrān: 169)
6. Penutup: Pulang yang Tak Pernah Pergi
Akhirnya,
segala perjalanan rohani — dari syuhud, fana’, baqā’, hingga insan kāmil —
adalah satu langkah cinta yang kembali ke Titik Permulaan.
Dan titik itu bukan di luar dirimu.
Ia bersemayam di dalam lubuk roh,
di mana Allah berkata kepada dirimu:
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?”
Maka roh menjawab:
“Benar, kami bersaksi.” (QS al-A‘rāf: 172)
Itulah Sirrul Inqilāb al-Awwal —
kembalinya kesedaran kepada janji awal,
bahawa tiada aku selain Engkau,
tiada wujud selain Wujud-Mu,
tiada cinta selain Cinta-Mu.
Maka sempurnalah perjalanan arifin:
Dari Allah — oleh Allah — dan kembali kepada Allah.

Selasa, 16 September 2025

KETUKLAH PINTU HATIMU.

 

KETUKLAH PINTU HATIMU.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sendiri, terus ketuklah sampai terbuka, karena banyak pencarian yang harus kamu lakukan itu bukan dari luar tetapi dari dalam.
Ketuklah pintu hatimu,
Terus meneruslah ketuk pintu hatimu, ketuklah sampai terbuka. Jika sudah terbuka berarti engkau telah mencapai kesadaran.
Ketuklah pintu hatimu,
Terus meneruslah ketuk pintu hatimu, ketuklah sampai terbuka. Jika sudah terbuka berarti engkau telah mencapai lebih tinggi kebenaran.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan engkau akan berada dijalan spiritual untuk mencapai proses pencerahan.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan engkau akan berada dijalan pembersihan diri.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan engkau akan menyadari bahwa engkau telah berada didalam rumah itu sendiri dan engkau akan menemukan kebenaran spiritual dan kekuasaan Tuhan yang ada didalam diri.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan engkau akan menyadari bahwa rumah Tuhan sejati ada didalam hati.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan engkau akan menyadari bahwa tujuan yang engkau cari selama ini sebenarnya sudah ada dalam diri kamu dan kamu hanya perlu membuka hati dan supaya kamu bisa menerima maka kamu harus menyadari.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan supaya pintu hatimu terbuka maka berdamailah dengan diri sendiri, berdamailah dengan masa lalu, lepaskanlah rasa sakit, dan dengan penuh kasih ciptakanlah ruang baru dihati.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan engkau akan menemukan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan pintu hatimu bisa terbuka jika engkau mengetuknya dengan banyak kebaikan.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka dan pintu hatimu bisa terbuka jika engkau mengetuknya dengan melepaskan ego yang tinggi dan keangkuhan.
Ketuklah pintu hatimu,
Ketuklah pintu hatimu sampai terbuka, dengan berjalan dijalan kemanusiaan maka hatimu akan terbuka.
Pintu hatimu akan terbuka jika diketuk dengan rasa, jika diketuk dengan cinta.
Isilah hatimu dengan banyak cinta, maka pintu hatimu tidak akan pernah tertutup, pintu hatimu akan selalu terbuka.

# Sumber dari Asrof Husin

Selasa, 9 September 2025

KEBENCIAN ITU.....


 KEBENCIAN ITU.....

Kebencian itu akan menjadi beban yang sangat berat dihati kamu, beban sangat berat dipikiran dan dihati kamu yang setiap hari kamu bawa.
Kebencian itu yang ada dihati kamu, yang terus kamu pelihara, hanya akan menghukum diri kamu sendiri, kamu akan gelisah, sakit, kusut, sedangkan orang yang kamu benci itu tidak merasakan apa-apa.
Kebencian itu adalah penyakit sangat ganas yang ada dihati kamu, kedengkian kebencian yang kamu pelihara dihati kamu akan memakan perlahan hati kamu sampai tidak ada lagi yang tersisa.
Kebencian itu bisa terjadi karena kedengkian, antipati, sebab yang tidak jelas, dll, dan pasti akan menyebabkan permusuhan, dendam, merusak hubungan sosial dan merusak keharmonisan yang telah ada.
Kebencian itu biasanya akan disertai hoax, fitnah, menghasut, menghujat, merendahkan dan menghina.
Kebencian itu biasanya ingin terjadi kerusakan, ingin terjadi tindakan kekerasan dengan memprovokasi, memecah belah dan mengadu domba.
Kebebencian itu didalam masyarakat yang multikultural dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Kebencian itu ada yang diwariskan, ada yang diajarkan, ada yang ikut2an dan karena dari dirinya sendiri saja.
Kebencian itu akan menjadi ujaran kebencian, lalu dimedsos disebarkannya, disebarkanlah hoax dan fitnah, dengan gencar memprovokasi, memecah belah dan mengadu domba.
Kebencian itu menghilangkan semua kebaikan, meskipun orang yang kamu benci itu banyak kebaikannya tetapi dalam pandangan kebencian kamu tidak ada sedikitpun kebaikannya
Kebencian itu menghilangkan semua kebaikan, siang dan malam umur kamu dihabiskan dengan kebencian, akhirnya kamu jadi sakit jiwa.
Kebencian itu akan merusak kesehatan fisik dan mental kamu dan kamu tidak akan bisa tenang dan bahagia.
Kebencian itu akan membuat kamu menjadi intoleransi, diskriminasi, menindas, karena dihati kamu tidak ada cinta.
Kebencian itu akan membunuh diri kamu sendiri dan tidak membunuh orang yang kamu benci itu. Kamu pikir dengan kebencian kamu yang hebat itu akan membunuh orang yang kamu benci itu, sebenarnya yang terbunuh itu kamu sendiri, maka dari itu kebencian jangan dipelihara.
Kebencian itu akan membunuh akal sehat dan hati nurani kamu, buanglah semua kebencian dan jangan dipelihara.
Kebencian itu adalah api neraka dan engkau terbakar didalamnya.
Kebencian itu jangan dipelihara atau dibesarkan, karena akan menjadi api neraka yang berkobar didalam hatimu dan engkau akan habis terbakar didalamnya.
Kebencian itu jika dibalas dengan kebencian maka akan menjadi rantai kebencian, putuskan rantai dengan cinta.
Api neraka kebencian yang berkobar didalam hatimu hanya bisa dipadamkan jika disiram dengan dinginnya air cinta.
Siramlah seluruh tubuhmu dengan air kesadaran diri, buanglah semua kebencian dan isilah hatimu dengan cinta.

# Sumber dari Rof Sin


Selasa, 2 September 2025

...KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG BERKUMPUL BERZIKIR BERJAMA'AH....

 


...KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG BERKUMPUL BERZIKIR BERJAMA'AH....
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat ku yang dimuliakan Allah...
Banyak sekali perintah Allah dan rasulnya mengenai keutamaan orang orang yang berkelompok berzikir menyebut nama Allah.
1. Perintah Berzikir dalam Al-Qur’an
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk memperbanyak zikir dalam banyak ayat-Nya, di antaranya:
> "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ۝ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا"
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
(QS. Al-Ahzab ayat 41-42)
Ayat ini menegaskan bahwa zikir adalah amalan yang sangat dianjurkan dan tidak dibatasi oleh waktu.
2. Keutamaan Majelis Zikir Menurut Hadis
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat menganjurkan kita berkumpul untuk berzikir. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
> "إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ..."
Artinya:
"Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari majelis zikir. Apabila mereka menemukan suatu kaum yang berzikir kepada Allah, mereka menyeru (kepada malaikat lainnya): 'Kemarilah kepada apa yang kalian cari'..."
(HR. Muslim no. 2689)
Hadis ini menunjukkan bahwa majelis zikir adalah tempat yang dicari oleh para malaikat dan dipenuhi dengan rahmat.
3. Majelis Zikir adalah merupakan Taman Taman Surga
Dalam hadis lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
> "إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا." قَالُوا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ: "حِلَقُ الذِّكْرِ"
Artinya:
"Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah." Para sahabat bertanya: 'Apa itu taman-taman surga wahai Rasulullah...?' Beliau menjawab: 'Yaitu halaqah-halaqah zikir'."
(HR. Tirmidzi no. 3510, hasan)
4. Allah menyebut dan membanggakan dihadapan makhluk Nya
Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Artinya:
“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah, melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.”
(HR. Muslim no. 2700)
Hadis ini sering dijadikan landasan bahwa majelis zikir adalah majelis yang penuh berkah, menjadi sebab ketenangan hati, rahmat Allah turun, dan Allah memuliakan nama kita di hadapan para malaikat.
Bayangkan, Allah menyebut nama kita di hadapan para malaikat karena kita hadir di majelis zikir. Ini adalah kemuliaan yang luar biasa.
....MANFAAT BERZIKIR BERSAMA....
1. Mendatangkan Rahmat Allah
Majelis zikir adalah tempat turunnya rahmat Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi malaikat, diturunkan rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk-Nya."
(HR. Muslim no. 2700)
2. Dikelilingi Para Malaikat
Malaikat senang menghadiri majelis zikir, sehingga tempat itu menjadi suci dan diberkahi serta para malaikat mendoakan memintakan ampunan bagi orang-orang yang hadir pada majelis zikir itu.
3. Membersihkan Hati dan Menenangkan Jiwa
Zikir bersama akan menumbuhkan semangat ghiroh kepada Allah dan menumbuhkan rasa khusyuk dan kekompakan hati.
Allah berfirman:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
(QS. Ar-Ra’d ayat 28)
4. Menghapus Dosa-dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Artinya:
"Tidaklah suatu kaum duduk di suatu majelis yang di dalamnya mereka berdzikir kepada Allah, kecuali mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya."
(HR. Tirmidzi no. 3378, shahih)
5. Mendapat Sebutan di Sisi Allah
Allah menyebut nama orang yang berzikir dan membangga banggakan di hadapan para malaikat-Nya.
Ini adalah kemuliaan yang luar biasa.
6. Menguatkan Ukhuwah dan Silaturahmi
Berkumpul dalam zikir mempererat persaudaraan sesama muslim dan menumbuhkan rasa cinta karena Allah.
7. Mendapat Cahaya di Hari Kiamat
Orang yang banyak berzikir akan datang pada hari kiamat dengan wajah bercahaya.
Zikir adalah benteng dari rasa takut dan kesedihan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ
Para sahabat bertanya: “Siapakah al-Mufarridun, wahai Rasulullah...?”
Beliau menjawab:
الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ
“Yaitu orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, laki-laki maupun perempuan.”
(HR. Muslim no. 2676)
Para ulama menafsirkan bahwa mereka akan datang pada hari kiamat dengan wajah bercahaya karena banyaknya zikir yang mereka lakukan di dunia.
📖 Hadis tentang Zikir sebagai Perlindungan dari Rasa Takut dan Kesedihan
> Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَثُرَ ذِكْرُهُ قَلَّ هَمُّهُ وَمَنْ قَلَّ ذِكْرُهُ كَثُرَ هَمُّهُ
Artinya:
“Barangsiapa yang banyak berzikir kepada Allah, maka sedikit rasa sedih dan cemasnya. Dan barangsiapa yang sedikit zikirnya, maka banyak rasa sedih dan cemasnya.”
(HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, hasan)
Jadi benar, zikir adalah cahaya bagi hati, ketenangan bagi jiwa, dan perlindungan dari rasa takut dan kesedihan, baik di dunia maupun di akhirat.
8. Menjadi Sebab Turunnya Rahmat dan Ketenangan juga berkah pada sekitarnya, sebab apabila sekelompok orang melakukan zikir maka Rahmat akan turun dari langit maka semua disekitarnya akan mendapatkan keberkahan baik binatang dan tumbuh tumbuhan.
Jika suatu tempat ramai dengan majelis zikir, Allah akan menjadikan tempat itu penuh keberkahan, tenteram, dan jauh dari bala.
Penutup
Sahabat ku....yang dimuliakan Allah,
Majelis zikir adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan hati, mendatangkan rahmat, ketenangan, serta menjadi sebab diampuninya dosa-dosa. Mari kita istiqamah menghadiri majelis zikir, agar hidup kita diberkahi Allah, hati kita tenang, dan kelak kita termasuk orang-orang yang disebut oleh Allah di sisi para malaikat.
Sumber dari Syekh Haris Al jawi

ADAB SEORANG SALIK KEPADA ALLAH DAN RASULNYA

  ADAB SEORANG SALIK KEPADA ALLAH DAN RASULNYA Kunci Terbukanya (Futuh dan Ma'rifatullah) Pendahuluan : Perjalanan menuju Allah bukan se...