DAHIMU SUJUD DI TANAH NAMUN HATIMU MASIH BERDIRI SOMBONG
Sahabatku yang dirahmati Allah…
Sujud adalah puncak kehinaan seorang hamba di hadapan Tuhannya. Saat dahi menyentuh tanah, itu adalah tanda bahwa kita telah merendahkan seluruh diri kita.
Namun anehnya, ada orang yang zahirnya sujud, tapi hatinya masih berdiri tegak dalam kesombongan.
Allah telah memperingatkan kita dalam Al-Qur’an:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya:
“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.
(QS. Luqman : ayat 18)
Ayat ini menunjukkan bahwa kesombong bukan hanya sebuah dosa, tapi juga penghalang untuk datangnya hidayah.
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ.
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.”
(HR. Muslim)
Hadits ini bukan untuk orang yang tidak sholat, tetapi justru peringatan bagi orang yang sholat, namun hatinya masih menyimpan sesuatu kesombongan.
Sungguh ironis…
Kening rela menyentuh tanah, tetapi hati enggan menyentuh kerendahan.
Lahiriah kita sujud, tetapi batin masih berkata:
"Aku lebih baik daripada dia.“
"Aku lebih suci, lebih alim, lebih benar daripada orang lain.“
Jika sujud kita hanya merendahkan tubuh, tetapi tidak merendahkan hati, maka itu baru gerakan, belum menjadi ibadah.
Itulah mengapa Allah berfirman:
ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya
“. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Ankabut ayat 45)
Jika sholat yang engkau kerjakan belum dapat mencegahmu dari segala perbuatan mungkar dan sikap sombong, maka itu berarti ada yang rusak di dalamnya dan sholat yang engkau lakukan belum benar, sehingga sholat yang engkau kerjakan belum membekas dan belum dapat tercermin dalam perbuatan prilakumu.
Ada Kalimat “Lihatlah ada bekas sujud mereka” merujuk pada ayat dalam QS. Al-Fatḥ ayat 29, yang menggambarkan sifat para sahabat Nabi
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ
Muḥammadur Rasūlullāh, walladzīna ma‘ahu asyiddā’u ‘alal-kuffār, ruḥamā’u baynahum, tarāhum rukka‘an sujjadan yabtaghūna faḍlan minallāhi wa riḍwānan, sīmāhum fī wujūhihim min atharis-sujūd.
Artinya:
“Muhammad itu adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang memerangi mereka) dan penyayang sesama mereka. Engkau melihat mereka rukuk dan sujud, mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud.”
(QS. Al-Fatḥ ayat : 29)
Makna Penting
“Bekas sujud” dalam ayat ini bukan sekadar bekas fisik tanda hitam yang ada di dahi, melainkan tanda:
ketenangan,
kejernihan hati,
kerendahan diri,
cahaya ketaatan,
akhlak yang lembut,
yang tampak pada wajah orang yang dekat dengan Allah.
Para ulama mengatakan:
Bekas sujud terbesar adalah akhlak yang merendah, bukan hanya noda hitam di kening.
Maka renungkanlah…
tapi hatimu masih berdiri lebih tinggi dari sajadahnya.
namun kesombonganmu tetap menjulang ke langit.
tapi hatimu enggan merendah di hadapan Tuhan.
namun jiwamu tetap tegak menolak untuk merendah.
tapi masih meletakkan sombongmu di hati.
karena hatimu belum belajar ikut bersujud.
Penutup
Sahabatku...Marilah kita untuk belajar sujud dengan benar , sujud dengan ke ikhlasan yaitu sujud dengan hati, bukan hanya sekedar sujud dengan dahi.
Buanglah kesombongan sebelum meletakkan dahi di sajadah.
Karena sujud yang kita lakukan tidak akan mengangkat derajat kita , kecuali bila hati turut sujud bersama tubuh.
Berikut ini doa Untuk Dibersihkan dari Sifat Sombong
رَبِّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي، وَأَجِرْنِي مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ، وَنَقِّنِي مِنْ الْكِبْرِ وَالْعُجْبِ وَالرِّيَاءِ.
“Ya Allah, ampunilah dosaku, hilangkanlah penyakit hatiku, selamatkan aku dari fitnah yang menyesatkan, dan sucikanlah hatiku dari sombong, ujub, dan riya.”
والله أعلم بالصواب
Sumber dari Haris Haris
.jpg)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan