Ahad, 25 Januari 2026

𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇❞

 

❝𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐒𝐔𝐅𝐈, 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇❞
𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐖𝐀𝐍𝐈𝐓𝐀 𝐒𝐔𝐅𝐈... 𝐖𝐀𝐋𝐈 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐀𝐋𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐑𝐄𝐌𝐏𝐔𝐀𝐍
Sang ratu Cinta lahir dalam kemiskinan yang sangat, Tak ada kain untuk menyelimuti dirinya, Tak ada minyak setetespun untuk pemoles pusarnya, Tak ada lampu untuk menerangi kelahirannya, Ia adalah putri ke empat, Maka disebutlah Robi’ah.
Sang ayah menekur sedih memikirkan hal ini, Mau pinjam ataupun minta, sudah menjadi pantangan bagi dirinya. Semuanya digantungkannya pada Alloh, Dalam kesedihan ia bermimpi, Bertemu sang Nabi yang menghibur hati, “Temuilah Gubernur Basrah, dan katakan, “Setiap malam engkau kirimkan sholawat 100 kali kepadaku, dan setiap malam Jum’at 400 kali, kemarin adalah malam Jum’at dan engkau lupa mengerjakannya.
Sebagai penebus kelalaianmu itu, berikanlah kepada orang ini 400 dinar, Yang telah engkau peroleh dengan halal."
Gubernurpun memberikan apa yang dikehendaki oleh Nabi, Ditambah dengan 2000 dinar bagi sedekah orang miskin, Cukuplah sudah untuk kebutuhan keluarga Robi’ah.
Sampai keadaan berbicara lain, Bencana kelaparan melanda Basrah. Seorang penjahat menculik Robiah, Untuk kemudian dijual dipasar budak dengan harga 6 dirham, Majikan membelinya dan memberikannya tugas-tugas yang berat. Siang hari Robiah bekerja sambil berpuasa, Malam harinya dihabiskan untuk mujahadah dan muajahah dengan Rob-nya.
Kedekatan beralih menuju ke aqroban, Keaqroban membawanya kepada kerinduan dan kerinduan telah mengantarkannya pada cintanya pada Tuhannya.
“Aku adalah milikNya. Aku hidup dibawah naunganNya. Aku lepaskan segala sesuatu yang telah kuperoleh kepadaNya. Aku telah mengenalNya, sebab aku menghayati”
Satu malam yang dingin, Sang majikan merasakan kegelisahan dalam hatinya. Maka iapun berjalan kebelakang rumah, memeriksa sekelilingnya, memeriksa kunci-kunci rumahnya.
Dan ketika ia sampai didekat gudang tempat Robi’ah tinggal, Kekagetannya membuat ia sendiri gugup, lampu yang semula dipegangnya kini terlempar entah kemana.
Bagaimana tidak, ketika ia melongokkan kepalanya ke dalam ruang tempat Robiah beristirahat, Ia sedang melihat robiah menjalankan sholat, Dan….. Dan di atasnya tampak cahaya yang terang benderang. Bukan lampu, sebab cahaya itu tidak bergantung kepada suatu apapun.
Keesokan harinya, Robi’ah dipanggil, majikannya menyampaikan keinginannya. Ia membebaskan Robiah sebagai budak. Kini Robi’ah merdeka. Meski sang majikan berharap Robiah mau untuk tinggal dirumahnya, tapi ia memilih untuk pergi menjauhi masyarakat sekitar.
Dan ia menemukan sebuah gua agak dipinggir desa. Tinggallah ia di sana. Suatu hari di musim semi, Robi’ah memasuki tempat tinggalnya, Kemudian ia melongok keluar sebab pelayannya berseru, “Ibu, keluarlah dan saksikanlah, apa yang telah dilakukan oleh sang Pencipta” “Lebih baik engkaulah yang masuk kemari”“dan saksikanlah sang Pencipta itu sendiri.
Aku sedemikian asyik menatap sang Pencipta, sehingga apa peduliku lagi terhadap ciptaan-ciptaanNya ?” sahut Robiah dari dalam.
Suatu malam sebab terlalu letih, ia tertidur. Seorang maling menyelusup masuk ke dalam rumahnya, dan mencuri cadarnya. Tetapi, tak ditemuinya pintu keluar. Cadar diletakkan, pintu keluar terlihat. Cadar dibawa, pintu keluar tak terlihat lagi,
Terdengarlah suara, “Hai manusia, tiada gunanya engkau mencoba-coba.
Sudah bertahun-tahun Robi’ah mengabdi kepada Kami. Syaitan sendiri tidak berani datang menghampirinya. Tetapi betapakah seorang maling berani mencoba-coba untuk mengambil cadarnya. Pergilah dari sini. Jika seorang sahabat sedang tertidur, maka sang Sahabat bangun dan berjaga-jaga”
Ketika seorang sahabat mengantarkan seorang kaya yang ingin memberikan uang emasnya pada Robiah, Robiah berkata,“Dia telah menafkahi orang-orang yang menghujjahNya. Apakah Dia tidak akan menafkahi orang-orang yang mencintaiNya ? Sejak aku mengenalNya, aku telah berpaling dari manusia ciptaanNya. Aku tidak tahu apakah kekayaan seseorang itu halal atau tidak, Maka betapakah aku dapat menerima pemberiannya ?
Dimalam-malam hari yang sepi dan sunyi, Dalam kerinduannya dengan sang Maha Pencipta, Robiah bergumam sambil bersujud, “Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuhMu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu, Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku”
“Ya Allah, semua jerih payahku dan semua hasratku diantara kesenangan-kesenangan dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau. Dan diakhirat nanti, diantara segala kesenangan akhirat, Adalah berjumpa denganMu. Begitulah halnya dengan diriku, Seperti yang telah kukatakan. Kini berbuatlah seperti yang Engkau kehendaki”
Rabi'atul Adawiyah merupakan salah seorang srikandi agung dalam Islam. Beliau terkenal dengan sifat wara' dan sentiasa menjadi rujukan golongan cerdik pandai karena beliau tidak pernah kehabisan hujjah. Ikutilah antara kisah-kisah teladan tentang beliau..
➥𝐊𝐀𝐑𝐎𝐌𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐔𝐓𝐀𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇💞
Suatu malam yang sunyi sepi, di kala masyarakat sedang nyenyak tidur, seorang pencuri telah mencoba masuk ke dalam pondok Rabi'atul Adawiyah. Namun setelah mencari sesuatu sekeliling berkali-kali, dia tidak menemui sebuah benda berharga kecuali sebuah kendi untuk berwudu', itupun jelek. Lantas si pencuri tergesa-gesa untuk keluar dari pondok tersebut.
Tiba-tiba Rabi'atul Adawiyah menegur si pencuri tersebut, "Hei, jangan keluar sebelum kamu mengambil sesuatu dari rumahku ini." Si pencuri tersebut terperanjat karena dia menyangka tidak ada penghuni di pondok tersebut.
Dia juga merasa heran karen baru kali ini dia menemui tuan rumah yang begitu baik hati seperti Rabi'tul Adawiyah. Kebiasaannya tuan rumah pasti akan menjerit meminta tolong apabila ada pencuri memasuki rumahnya, namun ini lain, "Silahkan ambil sesuatu." kata Rabiatul Adawiyah lagi kepada pencuri tersebut.
"Tiada apa-apa yang boleh aku ambil dari rumah mu ini." kata si pencuri berterus-terang.
"Ambillah itu!" kata Rabi'atul Adawiyah sambil menunjuk pada kendi yang jelek tadi.
"Ini hanyalah sebuah kendi jelek yang tidak berharga." Jawab si pencuri.
"Ambil kendi itu dan bawa ke bilik air. Kemudian kamu ambil wudhu' menggunakan kendi itu. Selepas itu solatlah 2 rakaat. Dengan demikian, engkau telah mengambil sesuatu yang sangat berharga daripada pondok jelekku ini." Balas Rabi'tul Adawiyah.
✦ Ikuti terus Kisah Karamah Wali-Wali Allah
untuk mendapatkan kisah inspiratif dan pelajaran hati dari para kekasih Allah berikutnya
Mendengar ata-kata itu, si pencuri tadi berasa gementar. Hatinya yang selama ini keras, menjadi lembut seperti terpukau dengan kata-kata Rabi'tul Adawiyah itu. Lantas si pencuri mengambil kendi jelek itu dan dibawa ke bilik air, lalu berwudhu' menggunakannya.Kemudian dia menunaikan solat 2 rakaat. Ternyata dia merasakan suatu kemanisan dan kelazatan dalam jiwanya yang tak pernah dirasa sebelum ini.
Rabi'atul Adawiyah lantas berdoa, "Ya Allah, pencuri ini telah mencoba masuk ke rumahku. Akan tetapi dia tidak menemui sebuah benda berharga untuk dicuri. Kemudian aku suruh dia berdiri dihadapan-Mu. Oleh itu janganlah Engkau halangi dia daripada memperoleh nikmat dan rahmat-Mu."
Pada suatu hari, sekumpulan golongan cerdik pandai telah datang ke rumah Rabi'atul Adawiyah. Tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji beliau dengan perbagai persoalan. Malah mereka telah mempersiapkan dengan satu persoalan yang menarik. Mereka menaruh keyakinan yang tinggi, karena selama ini Rabi'atul Adawiyah tidak pernah kekurangan hujah.
"Wahai Rabi'atul Adawiyah, semua bentuk kebajikan yang tinggi-tinggi telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum lelaki, namun tidak kepada kaum wanita." Ketua rombongan itu memulai bicara.
"Buktinya?" Balas Rabi'atul Adawiyah.
"Buktinya ialah, mahkota kenabian dan Rasul telah dianugerahkan kepada kaum lelaki. Malah mahkota kebangsawanan juga dikurniakan kepada kaum lelaki.
Paling penting, tidak ada seorang wanita pun yang telah diangkat menjadi Nabi atau Rasul, malah semuanya dari golongan lelaki." Jawab mereka pula dengan yakin.
Memang betul pendapat tuan-tuan sekalian. Akan tetapi harus diingat bahwa sejahat-jahat pangkat ada pada kaum lelaki juga. Siapa yang mengagung-agungkan diri sendiri? Siapa yang begitu berani mendakwakan dirinya sebagai Tuhan? Dan siapa pula yang berkata :"Bukankah aku ini tuhanmu yang mulia?" Dengan tenang, Rabi'atul Adawiyah membalas hujah mereka sambil merujuk kepada Firaun dan Namrud.
Kemudian Rabi'atul Adawiyah menambah lagi, "Anggapan dan ucapan seperti itu tidak pernah keluar dari mulut seorang wanita. Malah semuanya dilakukan oleh kaum lelaki."
Suatu hari, Rabi'atul Adawiyah merlihat seorang sedang berjalan-jalan dengan kepalanya berbalut sambil meminta simpati dari orang banyak. Karena ingin tahu sebabnya orang itu berbuat demikian, Rabi'atul Adawiyah bertanya, "Wahai hamba Allah! Mengapa engkau membalut kepalamu begini rupa?"
"Kepalaku sakit." Jawab orang itu dengan singkat.
"Sudah berapa lama?" Tanya Rabi'atul Adawiyah lagi.
"Sudah sekian hari." Jawabnya dengan tenang.
Lantas Rabi'atul Adawiyah bertanya lagi, "Berapa usiamu sekarang?"
Orang itu menjawab,"Sudah 30 tahun"
"Bagaimana keadaanmu selama 30 tahun itu?" Tanya beliau lagi.
"Alhamdulillah, sehat-sehat saja." Jawabnya.
"Apakah kamu memasang sesuatu tanda di badanmu bahwa kamu sehat selama ini?" Tanya Rabi'atul Adawiyah.
"Tidak." Jawab orang itu ragu-ragu.
"Masya Allah, selama 30 tahun Allah telah menyehatkan tubuh badanmu, tetapi kamu langsung tidak memasang sesuatu tanda untuk menunjukkan kamu sehat sebagaitanda bersyukur kepada Allah.
Jika sebaliknya, pasti manusia akan bertanya kepada kamu sebabnya kamu sangat gembira. Apabila mereka mengetahui nikmat Allah kepadamu, diharapkan mereka akan bersyukur dan memuji Allah." Jelas Rabi'atul Adawiyah.
"Akan tetapi, kini apabila kamu mendapat sakit sedikit, kamu balut kepalamu dan kemudian pergi kesana sini bagi menunjukkan sakitmu dan kekasaran Allah terhadapmu kepada orang banyak, mengapa kamu berbuat hina seperti itu?" Sambung Rabi'atul Adawiyah lagi.
Orang yang berbalut kepalanya itu hanya diam seribu bahasa dan tertunduk malu dengan perlakuannya. Kemudian dia segera meninggalkan Rabi'atul Adawiyah dengan perasaan kesal dan insaf.
“Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka; dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan WajahMu yang abadi kepadaku”
➥𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋 𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐀𝐓 𝐁𝐀𝐍𝐘𝐀𝐊 𝐒𝐘𝐀𝐈𝐑 𝐓𝐄𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆 𝐂𝐈𝐍𝐓𝐀 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐃𝐀 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐀𝐓𝐀𝐔 𝐌𝐀𝐇𝐀𝐁𝐁𝐀𝐓𝐔𝐋𝐋𝐀𝐇💕
Dalam hikayat-hikayat dunia sufi, nama Rabiah Al-Adawiyah merupakan nama dengan urutan atas dari banyak ulama-ulama sufi lain. Rabiah merupakan perempuan yang memiliki pandangan luar biasa dalam menjalani kehidupan dan meraih rida serta cinta Tuhan.
Ibu dari para sufi ini diperkirakan lahir pada 713-717 M atau 95-99 H di Kota Basrah, Irak. Pandangan-pandangan spiritualnya terus hidup di kalangan sufi selanjutnya. Rabiah bukan termasuk kalangan elit, sebaliknya ia lahir dan tumbuh dari keluarga yang miskin dengan rumah gelap gulita, tanpa penerangan sama sekali. Ia menjadi yatim piatu dan pernah melewati masa kelaparan, bahkan dijual sebagai budak.
Rabiah juga merupakan seorang ulama yang dihormati oleh banyak ulama lain. Di antara para ulama yang menaruh takzim kepadanya adalah Sufyan At-Tsauri, Al-Hasan Al-Bashri, Malik bin Dinar, dan Syaqiq Al-Balkhi.
Rabiah Al-Adawiyah ketika malam tiba tidak pernah tidur, kecuali hanya sesaat. Namun, saat terbangun dari lelapnya Rabiah selalu mengutuk dirinya sendiri yang terlelap sebentar tersebut dengan buaian syair.
Wahai jiwa, berapa lama engkau tertidur? sampai kapan engkau akan tertidur? engkau terlalu nyenyak tidur, akankah engkau tertidur saja tanpa terbangunkan kembali, kecuali oleh terompet hari kebangkitan?” untaian kata-kata tersebut diucapkan dengan tujuan untuk mendidik dirinya sendiri.
Kemudian, ada satu syair yang terkenal ketika malam akan tiba, perempuan suci tersebut akan bertutur, “Wahai Tuhanku, tenggelamkanlah daku dalam mencintaiMu, sehingga aku tidak lagi membimbangkanMu. Yaa Rabbi, bintang di langit telah gemerlapan, mata telah bertiduran, pintu-pintu istana telah terkunci, dan setiap pecinta telah menyendiri dengan yang dicintainya, namun inilah aku berada di hadiratMu.”
Dan ketika pagi datang, Rabiah akan bersenandung, “Tuhanku malam telah berlalu dan siang segera menampakkan diri. Aku gelisah apakah amalanku Engkau terima hingga aku merasa bahagia? Ataukah Engkau tolak sehingga aku merasa gelisah. Demi ke-Maha kuasaan-Mu, inilah yang akan aku lakukan selama Engkau memberi aku hidup. Sekiranya Engkau usir aku dari depan pintuMu, aku tak akan pergi karena cintaMu telah memenuhi hatiku.”
Ada pula satu gubahan syair yang bermaksud hanya Allah saja yang kuinginkan. “Kujadikan Engkau teman bercakap dalam hatiku. Tubuh kasarku biar bercakap dengan yang duduk, jisimku biar bercengkrama dengan taulanku, namun isi hatiku hanya tetap Engkau sendiri.”
Pun demikian syair berikut ini yang sangat masyhur dan kerap kali disampaikan, yaitu, “Yaa Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikan pada musuh-musuhMu. Dan apapun yang Engkau karuniakan padaku di akhirat, kasih pada sahabat-sahabatMu. Karena Engkau sendiri telah cukup bagiku.”
“Yaa Allah, jika aku menyembahMu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahMu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembahMu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu yang abadi padaku.” Syair ini sangat populer karena sering diucapkan oleh penceramah dan dai-dai.
Demikian pula dikisahkan, bahwa Rabiah pada suatu hari membawa seember air, kemudian ditanya oleh orang-orang, “hai Rabiah hendak ke mana membawa air?” Rabiah menjawab, “Aku ingin ke neraka, ingin memadamkan api neraka.” Pun suatu waktu rabiah membawa obor api, dan ditanya kembali oleh orang-orang, “apa yang engkau lakukan dengan api itu?” Rabiah menjawab, “aku ingin ke surga, membakar surga.”
Perilaku Rabiah di atas merupakan sindiran kepada manusia bahwa seringkali manusia beribadah hanya takut neraka atau mengharap surga. Namun mereka lupa bahwa Allah adalah tujuan sebenarnya. Innalillahi wa innailaihi raji’un.
➥𝐖𝐀𝐅𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋 𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇 رضي الله عنهما
Mengenai wafatnya ada dua pendapat yaitu tahun 135 H / 752M atau tahun 185 H / 801 M. Demi agar ia kuat beribadah, Robi'ah senantiasa meletakkan kain kafan persiapan dirinya nanti disebelahnya ketika ia sholat. Ketika tiba saatnya Robi’ah harus meninggalkan dunia fana ini, Ia mengisyaratkan dengan tanganya agar orang-orang keluar, Orang-orang yang sebelumnya menunggui, kini satu demi satu membiarkan Robi’ah sendiri.
Setelah itu, mereka mendengar suara dari dalam kamar Robi'ah, “Yaa nafsul muthmainnah. Irji’i ila robbika”
Beberapa saat kemudian tak ada lagi suara yang terdengar dari kamar Robi’ah. Mereka lalu membuka pintu kamar itu dan mendapatkan Robi’ah telah berpulang.
Konon setelah itu ada yang bermimpi melihat Robi'ah, kepadanya ditanyakan, “Bagaimanakah engkau menghadapi Munkar dan Nakir, wahai Robi'ah ?”
Robi’ah menjawab, “Kedua malaikat itu datang kepadaku dan bertanya, ”Siapakah Tuhanmu?”.
Aku menjawab, ”Pergilah kepada Tuhanmu dan katakan kepadaNya, ”Di antara beribu-ribu makhluk yang ada, janganlah Engkau melupakan seorang wanita tua yang lemah. Aku hanya memiliki Engkau di dunia yang luas, tidak pernah lupa kepadaMu, tetapi mengapakah Engkau mengirimkan utusan sekedar menanyakan “Siapakah Tuhanmu” kepadaku ?”
Ya Allah, curahkan dan limpahkanlah keridhoan atasnya dan anugerahilah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau simpan padanya,
Wallahu a'lam bishawab.
امين يارب العالمين 🤲
➥𝐒𝐲𝐚𝐢𝐫 𝐭𝐚𝐰𝐚𝐬𝐮𝐥 𝐝𝐢𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐌𝐚𝐮𝐥𝐢𝐝 𝐁𝐮𝐫𝐝𝐚𝐡
يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ
“Wahai Tuhanku, dengan (kedudukan) Mushtafa (Nabi Muhammad SAW), sampaikanlah maksud-maksud kami. Berikan ampunan bagi kami atas dosa yang telah silam. Wahai Zat yang luas kemurahan-Nya.”
Doa kelapangan dari segala kesulitan dan kesempitan yang sedang mendera umat Islam seluruhnya.
فرّج الله الكرب عنّا وعن سائر المسلمين بجاه سيد المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين
"Semoga Allah melapangkan kesempitan kami dan kesempitan setiap umat Islam berkat pangkat pengulu para rasul (Nabi Muhammad SAW), bagi keluarga, dan semua sahabatnya,”
Aamiin Aamiin Aamiin Ya Mujibbasailin🤲🤲
Kisah kramat Wali Wali Allah
---Semoga Bermanfaat 🍃

Sumber dati FB Kisah kramat Wali Wali Allah

MENGENAL BISIKAN HATI , BISIKAN NAFSU , BISIKAN SYAITAN...?



 MENGENAL BISIKAN HATI , BISIKAN NAFSU , BISIKAN SYAITAN...?

Berikut saya jelaskan antara perbedaan bisikan hati , bisikan nafsu dan bisikan setan dengan dalil lengkap dan contoh bisikannya.
💎1. BISIKAN HATI (Ilham Rabbani)
Pengertian Bisikan Hati (Ilham Rabbani)
Ilham Rabbani adalah:
cahaya makna yang Allah masukkan ke dalam hati hamba-Nya, tanpa perantara indra dan tanpa proses berpikir, yang mengajak kepada kebaikan dan ketaatan.
Dalam istilah para ulama:
Ilham → pemberitahuan langsung ke qalb.
Rabbani → berasal dari tarbiyah Allah, bukan hasil logika, bukan suara fisik,bukan khayalan,
bukan intuisi psikologis biasa,
tetapi kesadaran batin yang terasa “jatuh begitu saja” ke dalam hati.
Dalil tentang Asal Ilham :
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Artinya:
"Allah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefasikan dan ketakwaannya."
(QS. Asy-Syams ayat: 😎
Artinya: ilham itu langsung dari Allah ke dalam jiwa, bukan dari otak dan fikiran.
Dalil Hadis:
إِنَّ فِي الْقَلْبِ لَمَّةً مِنَ الْمَلَكِ
Artinya:
"Dalam hati ada sentuhan dari malaikat."
(HR. Tirmidzi)
Artinya: ilham biasanya disampaikan lewat malaikat, bukan lewat pikiran.
📌 Ilham Itu Muncul Dari Mana......?
Jawabannya :
Ilham datang Dari Allah → melalui malaikat → masuk ke qalbi (hati ruhani).
Bukan dari: otak, logika, perasaan,pengalaman masa lalu, Tetapi dari alam ghaib, dari wilayah yang oleh para sufi disebut: (Alam al-Amr.)
(aliran perintah langsung dari Allah)
Kenapa Disebut “Bisikan Hati”...?
Karena: Tidak terdengar telinga, Tidak terlihat mata, Tapi langsung terasa maknanya.
Seperti: tiba-tiba tahu harus bersabar,
tanpa ada yang mengajari.
Itu bukan berpikir, Itu menyadari.
Jadi ilham masuk di qalb dan sirr, bukan di otak. Makanya para wali berkata:
"Ilmu hakiki turun ke hati, bukan ke kepala."
Mengapa Tidak Semua Orang Mendapat Ilham yang Jelas....?
Karena hati ada yang:
bersih → menjadi cermin
kotor → menjadi dinding / hijab
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَذْنَبَ الْعَبْدُ نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ
Artinya:
"Jika seorang hamba berdosa, maka dititikkan noda hitam di hatinya."(HR. Tirmidzi)
Artinya: ilham itu selalu ada,
tapi kadang hati tidak bisa menangkap.
Contoh Ilham Asli (bukan nafsu)
Ilham Berkata :
Mengalah itu lebih baik....!
Nafsu berkata :
Bantah saja, biar kelihatan kamu pintar....!
Syaitan berkata :
"Dia memang pantas untuk direndahkan...!
Kalimat Kunci Para Arif
Imam Al-Ghazali:
الإلهام نور يقذفه الله في القلب
"Ilham adalah cahaya yang Allah lemparkan ke dalam hati."
Ibnu Athaillah:
من أشرقت بدايته أشرقت نهايته
"Siapa yang awalnya diterangi ilham, akhirnya akan sampai."
Intinya Secara Hakikat
Ilham Rabbani itu bukan sesuatu yang dicari,
tapi sesuatu yang datang saat ego mulai mati.
Bukan hasil kecerdasan, tetapi buah dari penyerahan.
Karena: Allah tidak berbicara kepada orang yang penuh suara dirinya sendiri.
Dalil Al-Qur’an:
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Artinya:
"Demi jiwa dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaannya."(QS. Asy-Syams: 7–8)
Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ لِلْقَلْبِ لَمَّتَيْنِ:
لَمَّةً مِنَ الْمَلَكِ إِيعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيقٌ بِالْحَقِّ،
وَلَمَّةً مِنَ الشَّيْطَانِ إِيعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيبٌ بِالْحَقِّ
Artinya:
"Sesungguhnya dalam hati ada dua bisikan:
bisikan malaikat berupa janji kebaikan dan pembenaran kebenaran,
dan bisikan syaitan berupa janji keburukan dan pendustaan kebenaran."(HR. Tirmidzi)
Contoh bisikan hati:
"Bangunlah sholat malam walau ngantuk."
"Diam lebih baik daripada menyakiti."
"Ikhlaskan, biar Allah yang membalas."
💎2. BISIKAN NAFSU
Bisikan nafsu adalah:
suara dorongan batin yang muncul dari ego diri (keinginan jasad dan keakuan), yang selalu mengarah pada kenikmatan, pembenaran diri, dan kepentingan pribadi.
Dalam istilah ulama:
Nafsu adalah kekuatan dalam diri yang mencintai kelezatan dan membenci pengorbanan.
Dalil Utama tentang bisikan nafsu :
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
Artinya:
"Sesungguhnya nafsu itu benar-benar selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku."
(QS. Yusuf ayat: 53)
📌Dari Mana Sumber Bisikan Nafsu....?
Jawaban nya : bisikan nafsu datang dari diri sendiri.Bukan dari luar, Bukan dari malaikat, juga bukan dari syaitan.
Tetapi dari:
keinginan jasad memori pengalaman hidup
rasa ingin diakui, takut kehilangan.
Dalam istilah tasawuf:
Nafsu berasal dari unsur tanah dan air tubuh manusia,Sedangkan ruh dari langit.
📌Nafsu Bicara Lewat Apa....?
Nafsu berbicara lewat pikiran dan perasaan, bukan lewat hati ruhani.
Contohnya:
"Aku capek."
"Aku pantas bahagia."
"Aku yang benar, mereka yang salah."
Semua selalu pakai kata:
aku… aku… aku…
Dalil tentang bisikan nafsu :
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
Artinya:
"Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku."(QS. Yusuf ayat : 53)
Dalil lain:
أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ
Artinya:
"Pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya...?"(QS. Al-Furqan ayat 43)
Contoh bisikan nafsu:
"Yang penting aku bahagia."
"Pamer dikit nggak apa-apa."
"Aku lebih pintar dari mereka."
📌 Nafsu Itu Pusatnya Di Mana...?
Nafsu pusat nya dalam ilmu batin:
Nafsu berada di perut dan di dalam dada.
Makanya Nabi ﷺ bersabda:
"Perut adalah sumber penyakit." (makna)
Karena nafsu lahir dari jasad.
Tingkatan Nafsu (ringkas)
Ammarah → menyuruh jahat
Lawwamah → menyesal
Mulhimah → mulai sadar
Muthmainnah → tenang
Radhiyah → ridha
Mardhiyah → diridhai
Kamilah → hancur ego
Semua perjalanan spiritual hakikatnya:
memindahkan pusat hidup dari nafsu ke ruh.
Kalimat Para Arif Billah:
Imam Junaid berkata :
"Musuhmu yang paling dekat adalah nafsumu sendiri."
Ibnu Athaillah berkata:
"Siapa yang belum mematikan egonya,
belum akan mendengar suara Tuhannya."
Kesimpulan :
Bisikan nafsu adalah suara ego jasad,
lahir dari diri sendiri, berbahasa kepentingan,
dan selalu memakai kata: AKU.
💎3. BISIKAN SYAITAN
Bisikan syaitan Ini adalah tingkat paling halus dan paling berbahaya dalam perjalanan ruhani, karena bisikan syaitan sering menyamar sebagai suara kebenaran.
Kalau nafsu berkata: “Aku ingin”,
maka syaitan berkata: “Ini benar.”
Pengertian Bisikan Syaitan
Bisikan syaitan (waswas) adalah:
suara tipu daya dari makhluk ghaib (iblis dan bala tentaranya) yang masuk ke dalam hati manusia untuk menjauhkan dari Allah, baik dengan maksiat, penundaan, keraguan, maupun pembenaran dosa.
Dalam Al-Qur’an disebut:
الْوَسْوَاسُ الْخَنَّاسُ
Artinya:
“Pembisik yang bersembunyi.” (QS. An-Nas)
Artinya: dia tidak memaksa, tidak kelihatan, tapi menyusup.
Dalil Sumber Bisikan Syaitan
QS. An-Nas: 4–5
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
"Daripada kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia."
(QS. Al-A’raf: 16–17)
Ucapan iblis:
لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ
"Aku akan duduk menghadang mereka di jalan-Mu yang lurus, lalu aku datang dari depan, belakang, kanan dan kiri."
Maknanya: syaitan mengganggu justru di jalan kebaikan.
📌Dari Mana Asal Bisikan Syaitan....?
Jawaban hakikat:
Dari makhluk ghaib bernama syaitan, yang berada di alam jin.
Bukan dari diri manusia,
bukan dari pikiran,
bukan dari perasaan.
Tapi dari makhluk eksternal yang tugasnya memang menyesatkan.
📌Bagaimana Cara Syaitan Masuk...?
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
"Syaitan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah."(HR. Bukhari Muslim)
Artinya: dia tidak masuk lewat pintu luar,
tapi lewat celah batin.
Strategi Utama Syaitan :
Syaitan jarang berkata: Berbuat maksiatlah..!
Tapi lebih sering berbisik : Ini bukan dosa."
📌 Bentuk-Bentuk Bisikan Syaitan
1. Menunda taubat
"Nanti saja kalau sudah mapan."
2. Menanam putus asa
"Dosamu terlalu banyak, percuma."
3. Membenarkan maksiat
"Yang penting niatnya baik."
4. Merusak ibadah
"Ulangi wudhu, tadi belum sah." (akhirnya ragu terus)
Bedanya Syaitan vs Nafsu
Syaitan Makhluk luar
Nafsu : Diri sendiri
Syaitan : Menyesatkan
Nafsu :Memanjakan
Syaitan :Pintar berdalih
Nafsu : Jujur ingin enak
Syaitan : Tujuannya neraka
Nafsu :Tujuannya kenikmatan
Syaitan = ahli strategi
Nafsu = pemilik pintu
Kenapa Syaitan Berbahaya...?
Karena: Dia tidak ingin kamu sekadar berdosa,
Tapi ingin kamu merasa benar saat berdosa.
📌 Apa senjata ampuh melawan syaitan ...?
Senjata Paling Mematikan melawan Syaitan adalah Dzikir.
Karena Allah berfirman:
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
Artinya:
"Jika syaitan mengganggumu, berlindunglah kepada Allah."(QS. Al-A’raf: 200)
Inti Hakikat
Syaitan tidak bisa menguasai,
dia hanya bisa membisikkan.
Yang memutuskan tetap:
akal → untuk menyaring
hati → untuk memilih
jiwa → untuk melangkah
Syaitan hanya memberi ide,
manusia yang menandatangani.
perumpamaan seperti ini :
👉Nafsu membuka pintu,
👉syaitan mengirim tamu,
👉Hati menentukan apakah disuguhkan minuman atau diusir keluar."
Semoga bermanfaat..!

Sumber dari FB Haris Haris

𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇❞

  ❝𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐒𝐔𝐅𝐈, 𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐘𝐘𝐈𝐃𝐀𝐇 𝐑𝐀𝐁𝐈'𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐀𝐃𝐀𝐖𝐈𝐘𝐀𝐇❞ 𝐓𝐎𝐊𝐎𝐇 𝐖𝐀𝐍𝐈𝐓𝐀 𝐒𝐔𝐅𝐈... 𝐖𝐀𝐋𝐈 ...